, Ini Kata Pakar Supranatural




Tak lama lagi keluarga Olga Syahputra akan menggelar pengajian 40 hari kepergian almarhum. Sejak dimakamkan banyak cerita-cerita unik dan menarik, salah satunya adalah kabar munculnya cahaya dari makam Olga.

Banyak orang yang memiliki pendapat berbeda-beda mengenai cahaya yang dikabarkan muncul tersebut. Begitu juga dengan pakar supranatural Mbah Mijan. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan kejadian yang lumrah terjadi.

"Bisa diambil dari sisi ilmiah, namun juga bisa dari sisi Kejawen. Kalau dari sisi ilmiah karena pengaruh zat fosfor bumi," jelas Mbah Mijan kepada wartawan beberapa waktu silam.
Meski demikian selain mencoba menelusuri kemungkinan ilmiah, Mbah Mijan mencoba melihat dari sudut pandang tak kasat mata. Ada dua fenomena yang dijelaskannya bisa menjadi penyebab munculnya kuburan bercahaya.

Ada kabar beredar yang menyebut makam Olga bercahaya."Jika cahayanya cuma sekali, itu pertanda bahwa Qorin (pendamping) sudah menyatu dengan roh Idhofi (roh pokok)," kata Mbah Mijan.
"Yang kedua, itu pertanda karena banyaknya orang yang mendoakan almarhum. Bisa jadi karena kebaikannya semasa hidup," lanjutnya.

Mbah Mijan juga menghimbau agar masyarakat melihat fenomena yang disebut muncul tersebut dengan pandangan positif. Olga yang meninggal pada tanggal 27 Maret 2015 silam memang menghadirkan banyak cerita, bahkan selepas kepergiannya.
"Tuhan memberikan berkahnya tanpa memandang siapa umatnya. Bila berkehendak, bisa ke siapa saja," tandasnya.


(sumber)

Aktris Lindsay Lohan Dikabarkan Masuk Islam

Aktris Lindsay Lohan Dikabarkan Masuk Islam

Aktris asal Amerika Serikat, Lindsay Lohan, dikabarkan masuk Islam alias menjadi mualaf.
Kabar ini mencuat setelah mantan aktris cilik tersebut terekam tengah membawa kitab Al Quran setelah pelayanan masyarakat di sebuah yayasan anak di Brooklyn.

Dalam foto tersebut, artis yang dibesarkan dengan agama Katolik ini, tampak memeluk Al Quran di lengan kirinya. Di foto itu, perempuan blasteran Irlandia dan Italia tersebut tampak mengenakan kacamata hitam dan memakai gaun santai berwarna putih.

Kabar Lindsay menjadi mualaf semakin menguat setelah awal tahun ini dia mengunggah foto di Instagram yang berisi kutipan dari ayat suci Al Quran.
"Ya Tuhan, tingkatkan pengetahuanku. Ya Allah, saya meminta pengetahuan yang bisa bermanfaat," demikian bunyi kutipan tersebut.



Namun, postingan tersebut dihapus oleh Lindsay beberapa saat kemudian. Kendati demikian, ini bukan kali pertama Lindsay tertarik dengan agama lain selain Katolik. Selama kariernya sebagai artis remaja, dia sempat mengenakan benang merah dengan simbol mata satu sebagai lambang dari agama Kabbalah.
Dia juga digosipkan mendatangi kelas Kabbalah. Lalu di 2012, dia dikabarkan mengikuti kelas agama Buddha bersama penyanyi Courtney Love. Tahun kemarin, Lindsay menggambarkan dirinya sebagai orang religius dalam tayangan dokumenter bersama Oprah Winfrey.

"Saya adalah orang yang sangat religius. Saya menjadi seperti itu seiring berjalannya waktu," ujar Lindsay dalam tayangan tersebut.



(sumber)

Islam Hormati Perempuan

Mualaf (ilustrasi)

Perlakuan suaminya membuat Saidah terpukul. Tidak ada lagi rasa kasih sayang suami yang biasa diterima. Saidah pun memutuskan meninggalkan rumah. Inilah momentumnya mengenal Islam. 

Setelah aku mengalami berbagai problematika yang sangat memilukan dalam kehidupan rumah tanggaku, aku pun kemudian mencari sebuah ketenangan dengan cara melakukan diskusi dengan kakakku, Fatimah.

Saat kakak kembali datang dari Aceh, ia kembali bercerita tentang agama kepadaku dan ibu. Katanya, perempuan dalam Islam sangatlah terhormat, berbeda dengan agama lain. Islam mengajarkan setiap perempuan wajib menutup aurat. Ini sebagai salah satu bentuk upaya untuk menjaga kehormatan diri dan keluarganya. 

Islam menempatkan perempuan sebagai tiang dari negara, bila perempuan rusak, maka rusak pulalah negara.  Bahkan menurut kakak, surga itu ada di telapak kaki seorang ibu yang mana ibu itu juga perempuan. Ini yang kakak katakan pada kami, dan semua perkataannya itu ia dapatkan setelah mempelajari Islam.

Kakak semakin mempertegas argumennya dengan mencontohkan jamaat gereja di kampung kami. Misalnya, ketika mereka hendak masuk gereja, penampilannya sangat mencolok. “Apalagi kalok mamak-mamak, biasanya diusahakan secantik mungkin, semenor mungkin, terus kalau pakai tas maunya berganti-ganti tiap minggu, semewah mungkin, sepatunya setinggi mungkin. Pokoknya kalau bisa tiap minggu harus ganti, padahal posisinya kan gak orang-orang mampu juga sih, biasa-biasa aja," kata Saidah menirukan ucapan kakaknya. 

Mendengar penjelasan kakak, aku pun berpikir mengapa umat Kristiani berbeda dengan umat Muslim. "Kalau seorang Muslimah menutup aurat, hanya terlihat wajahnya ketika beribadah, bagaimana dengan perempuan Kristen? Mereka dengan leluasa mengenakan pakaian yang mereka inginkan, termasuk pakaian you can see yang memperlihatkan aurat mereka. Lantas bagaimana mereka bisa khusuk dalam beribadah, tentu ini nantinya mengundang syahwat para lelaki,” pikirku.

Apa yang dikatakan oleh kakak kupikirkan dalam relung hatiku. Ternyata benar, yang dikatakan olehnya masuk akal bagiku dan ibu, hingga kemudian aku berkata kepadanya, “Kak aku mau dong jadi Islam, aku ingin belajar Islam."

Aku berharap, dengan memeluk Islam, aku dapat menenangkan diri dan tidak lagi memikirkan suamiku. Apalagi kebanyakan orang berkata bahwa kalau masuk agama Islam, bisa menenangkan pikiran kita. Dengan pertimbangan yang tidak muluk-muluk, aku pun memutuskan untuk pergi bersama kakak ke Aceh saat itu. 

Namun, aku tak jadi pindah ke Aceh melainkan Jakarta. Di sana ada abang sepupu yang kebetulan menjadi Kiai di Jakarta, yaitu KH. Syamsul Arifin Nababan. Beliau, pimpinan Pesantren Mualaf Annaba-Center. Bersambung..


(sumber)

Di Negara ini, 6000 Muslim Harus Bertahan dengan Satu Masjid

  Muslim Malta menunaikan shalat di jalan akibat minimnya masjid
Muslim Malta menunaikan shalat di jalan akibat minimnya masjid

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, nama Republik Malta mungkin masih terdengar asing di telinga. Apalagi dengan kehidupan umat Muslim di negeri itu, bisa dikatakan jarang mendapat publikasi media.

Malta adalah negara kecil yang terdiri dari sejumlah pulau di Laut Mediterania. Lokasinya berada di bagian paling selatan gugusan Benua Eropa. Malta disebut-sebut sebagai negara paling Katolik di dunia. Menurut data CIA World Factbook, jumlah pemeluk Katolik di negeri itu mencapai 98 persen dari total penduduknya. Konstitusi Republik Malta juga menyatakan Katolik sebagai agama resmi negara.

Umat Islam sendiri merupakan kelompok minoritas di Malta. Meski tidak ada angka resmi, namun populasi Muslim di negara itu saat ini diperkirakan sekitar 6.000 jiwa. Masjid Mariam al-Batool yang berada di kota Paola adalah masjid pertama dan satu-satunya di Malta.

Keberadaan satu masjid itu saja jelas tidak memadai untuk menampung ribuan jamaah Muslim di Malta. Oleh karenanya, beberapa orang Islam di negara itu akhirnya mencoba mencari beberapa tempat alternatif untuk melaksanakan shalat. Sayangnya, langkah mereka itu malah mendapat respons negatif dari pemerintah setempat.

Pada 2009, kaum Muslimin di kota Salim—yang berada di timur laut Malta—bahkan sempat menggelar shalat berjamaah di jalan raya, setelah polisi di negara itu menutup ruang apartemen yang mereka jadikan sebagai tempat shalat sementara. “Menurut polisi penutupan tempat shalat di apartemen tersebut dilakukan karena tidak adanya izin resmi dari pemerintah,” tulis laman berita berbahasa Arab, Akhbar al-Alam.
Selain kesulitan memperoleh ruang ibadah, kaum Muslimin Malta kini juga menghadapi gerakan anti-Islam yang mulai diembuskan oleh kelompok sayap kanan di negara itu. Presiden Organisasi Patriot Malta, Alex Pisani, bahkan menganggap umat Islam sebagai ancaman terbesar bagi masa depan Malta.
“Secara perlahan, Islam mulai mengambil alih Eropa. Dalam 20 tahun mendatang, Malta bisa saja menjadi negara Muslim. Tapi republik ini hanya memiliki satu agama, yaitu Katolik, dan kami bangga dengan itu. Tentu saja, kami akan terus berusaha untuk mempertahankan identitas (Katolik) tersebut,” ujar Pisani seperti dikutip Malta Today pada November lalu.

Padahal, jika menengok ke sejarah, saat Islam saat berkuasa di wilayah ini, tidak semena-mena, bahkan cenderung sangat kooperatif dan toleran.Ketika perang antara bangsa Arab dan Kekaisaran Bizantium meletus sejak abad ketujuh hingga ke-11, Malta sempat jatuh ke tangan dinasti Islam.

Pada periode tersebut, kaum Muslimin mulai memperkenalkan irigasi model baru untuk membangun pertanian di Malta. Mulai saat itu, pengaruh bahasa Arab pun semakin meluas di kalangan penduduk negeri kepulauan itu, bahkan sampai hari ini. “Selama berada di bawah kekuasaan Islam, umat Kristiani di Malta tetap memperoleh kebebasan dalam menjalankan agama,” tulis Carolyn Bain (2004) dalam bukunya,Malta & Gozo.

(sumber)

Subhanallah, Adzan Ternyata Tak Pernah Berhenti Berkumandang di Dunia Ini


Seluruh umat Islam tentu mengenal kata adzan, yaitu kalimat tauhid yang dilantunkan seorang muazin untuk memanggil kaum Muslim agar segera bersujud kepada .
Begitu banyak tanda tanda kebesaran Allah di alam semesta ini. Adzan selalu berkumandang dari beribu-ribu surau dan mesjid di seluruh dunia.
Dunia memiliki waktu yang berbeda antara satu wilayah dengan satu wilayah yang lain.
Sebelum adzan Subuh berkumandang di wilayah terbarat benua afrika, adzan Subuhpun siap berkumandang menjelajah belahan dunia lainnya.
Sementara kumandang adzan zhuhur belum selesai, kembali bagian timur Indonesia adzan Ashar telah siap menjelajah belahan dunia lainnya.
Saat gema adzan ashar belum selesai, azan magrib telah merambah bumi.
Selang beberapa saat adzan Isyapun siap melanjutkan.
Ketika gema Isya belum selesai di bumi amerika, adzan Subuh sudah terdengar di sebagian daerah Indonesia.
Seiring bergantinya siang dan malam, ternyata adzan akan selalu berkumandang di bumi ini.
Tanpa kita sadari, para muazin di seluruh dunia ini tak henti-hentinya bersahutan mengumandangkan adzan.
Insya Allah, gema adzan akan terus mengawal dunia berputar hingga akhir zaman.

(sumber)

Bila Sedang Bersedih, Bacalah Doa Ini

Bila Sedang Bersedih, Bacalah Doa Ini

Allah SWT sangat senang kepada hamba Nya yang berdoa. Rasulullah bahkan banyak mengajarkan doa-doa yang meliputi kehidupan sehari-hari. Nah, bila Anda sedang dirundung duka doa ini silakan diamalkan.
Mengutip situs rumaysho.com, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Fatimah (puterinya), “Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah: “Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan”
Doa itu artinya "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya"
Ada juga doa yang lafazhnya hampir mirip dengan lafazh di atas dari hadits Abu Bakroh radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa orang yang dirundung duka: Allahumma rahmataka arjuu fa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin wa ash-lihlii sya’nii kullahu laa ilaha illa anta (artinya: Ya Allah, dengan rahmat-Mu, aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau).”
Doa di atas adalah doa yang luar biasa yang di dalamnya berisi tahqiqul ‘ubudiyah yaitu perealisasian penghambaan pada Allah. Di dalamnya juga terdapat bentuk tawasul pada Allah lewat nama dan sifat-Nya.
Ucapan “wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin”, janganlah sandarkan urusan tersebut pada diriku walau sekejap mata. Maksudnya adalah janganlah urusan tersebut disandarkan pada diri yang lemah ini walau sekejap mata.
Berilah terus keselamatan selamanya, begitu pula berilah pertolongan dengan kekuatan dari Allah. Karena siapa yang bertawakkal pada Allah, maka Dia akan memudahkan urusannya. Siapa yang meminta tolong pada Allah, Dia akan beri pertolongan. Setiap hamba pasti selalu butuh pada Allah, tidak bisa lepas dari-Nya walau sekejap mata.
Al Munawi berkata untuk penjelasan hadits doa ketika dirundung duka, “Siapa yang mentauhidkan Allah dan pasrah pada-Nya, maka ia akan dihilangkan berbagai kesulitan di dunia dan akan meraih rahmat serta akan ditinggikan derajat di akhirat.”


(sumber)

Masjid Khusus Untuk Perempuan di Amerika

Sebuah masjid khusus Muslimah pertama berdiri di pusat kota Los Angeles, Amerika Serikat. Dilansir LA Times, lebih dari 100 muslimah berkumpul di Interfaith Pico-Union Project untuk menandai peluncuran masjid tersebut.

Mereka yang mayoritas tergabung dalam organisasi nirlaba berharap, dapat menciptakan ruang bagi perempuan Muslim AS untuk dapat belajar dan terhubung antara sesama kaum perempuan.

“Muslimah belum memiliki forum,” kata Yasmeen Ruhge, seorang dokter ahli jantung dari Pasadena. Ruhge merasakan, ketika kita pergi ke masjid, mereka masih harus duduk di satu sisi yang tertutup di pojok.

“Bukan berarti kita tidak sama, tapi ini memberi kita kebebasan untuk berbicara karena semua perempuan dan menciptakan peran independen,” katanya.

Masjid khusus perempuan ini belum banyak terdapat di dunia, mungkin baru ada di Cina, Chili, dan India. Dan Amerika Serikat menyusul. Sebuah studi di tahun 2011 mencatat, sekitar dua pertiga dari masjid AS menggunakan pembatas untuk memisahkan laki-laki dan perempuan selama dialog dengan para pemuka agama berlangsung.

Di luar waktu sholat, muslimah AS sebenarnya menginginkan keterlibatan mereka saat berdiskusi tentang agama bersama kaum Muslim lainnya. Sehingga memungkinkan peluang perempuan untuk mengajukan pertanyaan pada para ustad.

Seringkali ruang perempuan di banyak masjid AS sulit diakses. Kaum muslimah terkadang harus masuk melalui pintu samping atau belakang untuk menjangkau daerah khusus mereka.

(sumber)

Heboh! Masjidil Haram Bercahaya Putih


























Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi adalah destinasi religi paling utama bagi turis muslim. Foto masjid ini yang bercahaya putih dilihat dari luar angkasa, beberapa hari ini ramai dibicarakan di Twitter.

Foto yang beredar di Twitter memang bukan foto main-main. Yang menjepretnya adalah kosmonot Russia bernama Anton Shkaplerov dengan akun @AntonAstrey. Dia bertugas di International Space Station (ISS).

Dia dan rekan-rekannya sering memotret permukaan Bumi di berbagai sisinya. Salah satu yang dipotret Astrey adalah Kota Makkah dan Kota Madinah di waktu malam. Foto itu diambil pada 26 Januari 2015 dan mengundang decak kagum banyak orang.

"Amazing night view of #Mecca and #Medina from the #ISS," kicau @AntonAstrey saat itu.

Seperti yang dilansir Detik, foto Shkaplerov malah baru ramai di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini. Kedua foto itu memang mengagumkan. Ketika umumnya lampu-lampu malam tampak temaram kuning atau putih, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi malah memancarkan cahaya putih yang sangat terang.

Terangnya ini melebihi terangnya lampu-lampu lain di Makkah dan Madinah yang digabungkan sekaligus. Dalam foto tampak semburat putih dari kedua masjid itu mengalahkan cahaya lain yang ada di kota tersebut. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tampak seperti permata yang putih di tengah aneka lampu kuning yang menyala di kota masing-masing.

"Amazing RT @AntonAstrey: Amazing night view of #Mecca and #Medina from the #ISS," kicau @pacocavalera, tweeps Indonesia yang mengomentari foto itu.

Banyak wisatawan muslim pengguna Twitter yang terkagum-kagum dengan foto itu. Mereka mengatakan cahaya putih itu adalah bukti kebesaran Allah. Nah, di lini masa Astrey, diskusi semacam itu malah sudah berlangsung duluan.

"@AntonAstrey Beautiful! Why is there a cluster of white lights? Heart of the city?" kicau @AnnaCanavan.
"They r the two holy mosques on both cities. Search for Macca Mosque & Madena Almonaurah Mosque for more pictures," kicau @ABIIDT menjawab pertanyaan @AnnaCanavan.
"It's because there are 100's of powerful flood lights there," sahut ‏@SamAbbasi mencoba memberi penjelasan ilmiah. 



(sumber)

Ternyata Orang Seperti Ahok Sudah Di Gambarkan Dalam Al-Qur'an

Dalam wawancara di salah satu stasiun televisi, Ahok sering marah-marah. Bukan hanya sekedar marah, dalam acara yang ditayangkan secara live itu Ahok mengumpat dengan kata-kata kotor: “tahi” dan lainnya.

Sebenarnya bukan kali ini saja Ahok marah-marah dan mengumpat dengan kata-kata kotor. Sudah pernah Gubernur DKI Jakarta itu mengumpat dengan kata “bajingan”, “bangsat”, dan sejenisnya. Bedanya, kali ini ditayangkan secara live sehingga menimbulkan polemik yang lebih besar. Apalagi ia telah diingatkan oleh presenter, tapi tetap saja mengumpat dengan kata-kata kotor .Ya meskipun ini hanya sebagaian kecil contoh dari sekian banyak pejabat lainnya




Orang yang suka mengumpat telah digambarkan dalam Al Qur’an dan diberikan peringatan. Bahwa bagi para pengumpat, mereka akan menemui kecelakaan.

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela (QS. Al Humazah: 1)


Ibnu Katsir menjelaskan, al hammaz adalah mengumpat dan menjatuhkan orang lain dengan kata-kata. Sedangkan al lammaz adalah mencela dan menjatuhkan orang lain dengan perbuatan.

Bagi orang yang suka mengumpat dan mencela, ayat ini mengancam dengan wail. Wail bisa diartikan sebagai kecelakaan besar, khususnya kecelakaan di akhirat. Wail juga bisa bermakna lembah neraka atau neraka
wail.
Sering kali umpatan dimaksudkan untuk menjatuhkan orang dan menakut-nakuti agar mereka tidak berani menyampaikan kebenaran. Kadang juga, umpatan dimaksudkan untuk menutupi kesalahan besar agar tidak terendus dan tidak dipersoalkan.

Umat Islam diperintahkan untuk menjaga kata-katanya agar hanya mengucapkan kata-kata yang baik. Tidak boleh menjadi seorang pengumpat. Jika tidak bisa berbicara dengan kata-kata yang baik, maka lebih baik diam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah bicara yang baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, ketika hendak menyampaikan kebenaran di depan seorang penguasa yang zalim pun, Al Qur’an memerintahkan Musa dan Harun untuk memilih perkataan yang baik. Tidak kasar, apalagi mengumpat. Apalagi mengumpat dengan kata-kata kotor. Islam demikian agung mengatur adab dan etika. Semoga orang seperti Ahok mendapatkan hidayah.

(sumber)

Wanita Lebih Banyak Masuk Neraka ( bagi sista masuk )



أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“.


Takhrij Hadits

Shahih al-Bukhari kitab al-iman bab kufranil-’asyir no. 29; kitab abwabil-kusuf bab shalatil-kusuf jama’atan no. 1052; kitab an-nikah bab kufranil-’asyir wa huwaz-zauj no. 5197
Shahih Muslim kitab al-kusuf bab ma ‘uridla ‘alan-Nabi fi shalatil-kusuf no. 2147
Sunan an-Nasa`i kitab al-kusuf bab qadril-qira`ah fi shalatil-kusuf no. 1493
Musnad Ahmad bab hadits ‘Abdillah ibn ‘Abbas no. 2711, 3374,


Syarah Ijmali

Bagi kaum feminis (penganut faham feminisme; bahwa perempuan harus setara dengan laki-laki dalam semua aspek kehidupan, termasuk rumah tangga), ajaran Islam dinilai banyak memandang rendah kaum perempuan (misogini). Salah satunya hadits di atas yang dinilai merendahkan perempuan karena memastikan perempuan sebagai penghuni neraka paling banyak. Ini tidak ubahnya pandangan negatif Barat Kristen yang menilai wanita sebagai setan penggoda karena menyebabkan Adam dikeluarkan dari surga. Penilaian seperti itu jelas tidak benar, karena justru Islam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan dan menempatkannya pada posisi yang utama. Misalnya, al-Qur`an membela hak-hak perempuan yang biasa ditindas oleh bangsa Arab Jahiliyyah dalam hal pernikahan, rumah tangga, waris, sebagaimana terekam dalam surat an-Nisa` (perempuan) dan al-Mujadilah (wanita yang menyampaikan gugatan).

Nabi saw juga menyatakan bahwa seorang ibu harus lebih didahulukan penghormatannya daripada penghormatan kepada seorang ayah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ t قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ r فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw lalu bertanya: “Wahai Rasulullah saw, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baikku?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu.” (Shahih al-Bukhari kitab al-adab bab man ahaqqun-nas bi husnis-shuhbah no. 5971; Shahih Muslim kitab al-birr was-shilah wal-adab bab birril-walidain wa annahuma ahaqqu bihi no. 6664)

Berkaitan dengan hadits ini, Ibn Hajar dalam kitab Fath al-Bari, menguraikan penjelasan dari para ulama yang mengarah pada satu kesimpulan bahwa hak penghormatan terhadap ibu tiga kali lipat melebihi ayah disebabkan ibu yang mengandung, melahirkan, dan menyusui anak. Tiga hal yang tidak dilakukan oleh ayah. Berbagai ayat al-Qur`an yang menyinggung keharusan berbakti kepada orang tua sering menyebut jasa ibu dalam ketiga hal tersebut (Lihat misalnya QS. Al-Ahqaf [46] : 15 dan Luqman [31] : 14)

Terkait hadits di awal, Ibn Hajar dalam kitabnya, Fathul-Bari, mengutip penjelasan al-Qadli Abu Bakar ibn al-’Arabi sebagai berikut: Hadits ini mengisyaratkan adanya jenis kekufuran lain yang berbeda dari kufur kepada Allah swt dan dikategorikan non-muslim. Kufur kepada suami, dikhususkan dalam hadits ini dibanding jenis-jenis dosa lainnya disebabkan adanya rahasia yang tersembunyi, sesuai dengan hadits Nabi saw:

لَوْ أَمَرْت أَحَدًا أَنْ يَسْجُد لِأَحَدٍ لَأَمَرْت الْمَرْأَة أَنْ تَسْجُد لِزَوْجِهَا
Seandainya aku hendak memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, pasti aku akan perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya. (Hadits shahih diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam kitab ar-radla’ bab haqqiz-zauj ‘alal-mar`ah no. 1159)

Hadits di atas menegaskan bahwa suami dari segi hak yang harus dipenuhi oleh seorang istri berada pada level kedua di bawah Allah swt. Kalau seorang istri mengabaikan hak seorang suami, padahal suaminya sudah memenuhi hak istri tersebut, berarti ini merupakan pertanda bahwa istri mengabaikan hak Allah. Oleh karena itu diungkapkan oleh Nabi saw dengan pernyataan “kufur”, meskipun kufurnya tidak sampai keluar dari Islam (Fathul-Bari kitab al-iman bab kufranil-’asyir).

Perlu diingat kembali, dalam konteks rumah tangga, Islam telah mengatur bahwa suami harus menjadi pemimpin bagi istrinya. Kepemimpinan dalam Islam tidak berarti diskriminasi atau penindasan seperti sering dipahami kaum feminis. Kepemimpinan dalam Islam identik dengan keadilan. Tanpa keadilan, kepatuhan kepada pemimpin tidak berlaku. Tetapi jika pemimpin memang adil adanya, siapapun wajib untuk mematuhinya. Seperti inilah juga berlakunya ketaatan istri kepada suami, yakni selama suami memimpin dengan adil, maka istri wajib taat. Kewajiban taat tersebut tidak jauh beda dengan kepatuhan anak kepada orangtuanya atau seorang rakyat kepada pemerintahnya. Selama orangtua tidak menyuruh musyrik ataupun kemaksiatan lainnya, maka anak wajib patuh tanpa terkecuali. Demikian juga, selama pemerintah tidak memerintahkan maksiat, maka rakyat wajib taat tanpa pengecualian. Dalam konteks rumah tangga, suami berada satu level di bawah Allah swt. Dalam konteks keluarga, orangtua berada satu level di bawah Allah swt. Dan dalam konteks pemerintahan/kenegaraan, pemerintah berada satu level di bawah Allah swt/Rasul-Nya. Oleh karena itu banyak juga ayat al-Qur`an dan hadits yang memerintahkan taat secara mutlak kepada orangtua dan pemerintah.

Hadits di atas yang menyatakan bahwa perempuan menjadi penghuni neraka yang paling banyak sama sekali tidak boleh dipahami sebagai hadits yang misoginis. Alasannya, pertama, prasangka misoginis serupa pernah muncul pada zaman shahabat (pasca Nabi saw wafat) dan memancing perdebatan di antara kaum lelaki dan perempuan saat itu, yakni apakah kebanyakan penghuni neraka itu memang perempuan atau laki-laki? Muhammad ibn Sirin sampai menyatakan bahwa sebagian laki-laki ada yang sampai berbangga diri dan sombong karena merasa diri lebih unggul dari wanita dalam hal masuk surga. Permasalahan ini kemudian dibawa kepada Abu Hurairah, dan beliau malah membenarkan bahwa wanita lebih banyak yang menjadi penghuni surga daripada lelaki, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Muslim berikut ini:

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالَّتِى تَلِيهَا عَلَى أَضْوَإِ كَوْكَبٍ دُرِّىٍّ فِى السَّمَاءِ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ اثْنَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ وَمَا فِى الْجَنَّةِ أَعْزَبُ
Sesungguhnya golongan pertama yang masuk surga wujudnya seperti bulan di malam purnama, golongan selanjutnya wujudnya seperti bintang paling terang di langit dan setiap lelaki di antara mereka memiliki dua istri, tulang betis keduanya terlihat dari balik daging, dan di surga tidak ada orang bujang. (Shahih Muslim kitab al-jannah wa shifati na’imiha bab awwal zamrah tadkhulun-nar no. 7325-7326. Hadits semakna diriwayatkan juga dalam Shahih al-Bukhari kitab bad`il-khalq bab ma ja`a fi shifatil-jannah wa annaha makhluqah no. 3245-3254)

Berkaitan dengan dua hadits yang tampaknya bertentangan di atas, Ibn Hajar menyatakan, tidak mesti ketika disebutkan bahwa wanita penghuni neraka paling banyak, menjadi paling sedikit di surga. Sebab mungkin kedua-duanya, yakni wanita paling banyak di neraka, juga paling banyak di surge, disebabkan jumlahnya lebih banyak. Atau mungkin yang dimaksud hadits pertama wanita menjadi penghuni neraka paling banyak, itu terjadi sebelum syafa’at. Sesudah syafa’at, dan mereka yang sebatas kufur kepada suami (maksiat yang tidak sampai kufur pindah agama) dipindahkan  ke dalam surga, maka jadilah penghuni surga pun kebanyakannya wanita (Fath al-Bari kitab bad`il-khalq bab ma ja`a fi shifatil-jannah wa annaha makhluqah).

Kedua, penegasan kebanyakan penghuni neraka wanita hanya sebatas peringatan dini saja untuk kaum wanita agar lebih berhati-hati. Sebab pada riwayat lain, Nabi saw juga menyatakan bahwa kebanyakan penghuni surga adalah orang-orang miskin. Tentu ini tidak berarti bahwa Nabi saw merendahkan orang-orang kaya yang banyak ke neraka, melainkan sebatas peringatan dini kepada orang kaya agar mereka tidak terlena dengan kekayaannya.

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
Aku melihat sejenak surga, ternyata aku lihat kebanyakan penghuninya orang-orang miskin. Dan aku lihat sejenak neraka, ternyata aku lihat kebanyakan penghuninya wanita. (Shahih al-Bukhari kitab bad`il-khalq bab ma ja`a fi shifatil-jannah wa annaha makhluqah no. 3241; Shahih Muslim kitab ar-riqaq bab aktsar ahlil-jannah al-fuqara no. 7114)

Menurut Imam al-Qurthubi, Nabi saw menyatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka wanita merupakan peringatan dini yang sesuai dengan fakta yang ada. Yakni bahwa kaum wanita secara umum mudah terlena dengan dunia dan sangat emosional sehingga mudah sekali tersinggung dalam urusan dunia dan harta (at-Tadzkirah 1 : 369). Artinya, tidak jauh beda dengan orang kaya yang rentan dengan sikap angkuh, sombong, dan pelit untuk shadaqah. Walau tentunya bukan berarti kedua-duanya; wanita dan orang kaya, direndahkan oleh Islam, dipandang sebelah mata oleh Allah swt. Tidak sama sekali.

Ketiga, hadits di atas menyebutkan sifat yang menjadi penyebab masuk neraka. Sebagaimana halnya ayat dan hadits lainnya yang sering menyinggung tentang sifat dan sikap yang akan memasukkan ke neraka, berarti yang harus diperhatikan sifatnya itu sendiri, bukan jenis kelaminnya. Ini diperkuat oleh riwayat lain yang menitikberatkan pada sifat wanita yang menjadi penyebab masuk nerakanya, bukan jenis kelaminnya.

وَأَكْثَر مَنْ رَأَيْت فِيهَا مِنْ النِّسَاء اللَّاتِي إِنِ اؤْتَمِنَّ أَفْشَيْنَ وَإِنْ سُئِلْنَ بَخِلْنَ وَإِنْ سَأَلْنَ أَلْحَفْنَ وَإِنْ أُعْطِينَ لَمْ يَشْكُرْنَ
Kebanyakan penghuni neraka yang aku lihat adalah wanita yang jika diberi amanah untuk dijaga, mereka membocorkannya; jika diminta, mereka bakhil; jika mereka minta, mereka memaksa; dan jika mereka diberi, tidak pandai bersyukur. (Fathul-Bari abwabil-kusuf bab shalatil-kusuf jama’atan)

Dengan kata lain, maksud hadits perempuan banyak menghuni neraka itu adalah: Penghuni neraka dari kalangan perempuan kebanyakannya yang kufur pada kebaikan suaminya. Jadi titik tekannya bukan pada perempuannya, tetapi pada sifat kufur terhadap kebaikan suaminya.

Dalam hal ini, maka berlaku juga kebalikannya. Seorang lelaki, jika ia memang mempunyai sifat yang akan menjadi penyebab ia masuk neraka, maka ia akan masuk neraka. Walau disebut lelakinya, bukan berarti merendahkan jenis kelaminnya, karena hadits hanya menyatakan sifatnya:

مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ
Siapa yang memiliki dua istri, tetapi ia lebih cenderung kepada salah satunya, maka pada hari kiamat nanti ia akan datang dengan sebelah badan yang condong (Sunan Abi Dawud kitab an-nikah bab fil-qism bainan-nisa` no. 2135; Sunan an-Nasa`i kitab ‘isyratin-nisa` bab mailer-rajul ila ba’dli nisa`ihi duna ba’dlin no. 3942; Sunan Ibn Majah kitab an-nikah bab al-qismah bainan-nisa` no. 1969. Hadits shahih).

Hadits ini jika dikaitkan dengan firman Allah swt dalam QS. an-Nisa` [4] : 129, dapat diketahui bahwa jumlah lelaki yang tidak adil kepada istri-istrinya lebih banyak daripada yang adil. Tetapi tidak berarti bahwa status lelakinya kemudian menjadi rendah, atau juga lelaki yang bersitri lebih dari satu harus dipandang secara misoginis (dinilai rendah dan negatif). Tidak sama sekali.


bagi sista yang udah nikah nih ane kasih info / 4 KRITERIA WANITA DIJAMIN MASUK SURGA MELALUI PINTU MANAPUN 

Wahai Wanita, masuklah ke dalam SYURGA melalui pintu manapun yg kau suka
inilah kriterianya :
1. Mentaati Allah dan Rasul Nya
Dengan ketaatannya itulah sebagai aset terbesar baginya untuk meraih ganjaran tertinggi sebagai buah dari ilmu dan iman-nya. Yaitu surga yang pe-nuh dengan kenikmatan, dia kekal didalamnya se-lama-lamanya. Allah Swt. berfirman:
(Hukum-hukum ter-sebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah.

"Barang-siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah me-masukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar" (Qs. An Nisaa’, 4: 13)

Firman Allah lagi:
“Dan barangsiapa yang men-taati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sa-ma dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Qs. An Nisaa’, 4: 69)

Abu Hurairah ra ber-kata, Rasulullah Saw ber-sabda: “Semua ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan (tidak mau). Pa-ra sahabat bertanya: Siapa-kah yang enggan itu wahai Rasulullah?
Beliau men-jawab: Barang siapa yang ta’at kepadaku (mengikuti Sunnahku), dialah yang akan masuk surga, dan barang siapa yang mendurhakaiku, maka dialah yang yang enggan masuk surga.” (HR Bukhari)
Maka demikian pula seorang wanita atau isteri, dia akan masuk surga dengan menaati Allah dan Rasul-Nya dengan se-benar-benarnya.

2. Mentaati Suami
Ketaatan kepada suaminya merupakan pintu keselamatan baginya untuk meraih kenikmatan yang kekal dan abadi di surga. Rasulullah Saw bersabda:“Jika seorang isteri itu telah
menunaikan shalat lima waktu, dan shaum (puasa) di bulan Ramadhan, dan men-jaga kemaluannya dari yang haram serta taat kepada suaminya, maka akan di-persilakan: masuklah ke surga dari pintu mana saja kamu suka.” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasa-nya Asma datang kepada Nabi dan berkata: Sesungguhnya aku adalah utusan dari kaum wanita Muslim, semua mereka berkata dan berpendapat sebagaimana aku Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada laki-laki dan wanita, kami telah beriman kepadamu dan mengikutimu, (namun) ka-mi kaum wanita merasa dibatasi dan dibelenggu. Padahal kamilah yang menunggu rumah mereka, tempat menyalurkan nafsu mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, sedang mereka dilebihkan dengan sholat berjamaah, menyaksikan jenazah dan berjihad di jalan Allah.

Dan apabila mereka ke luar berjihad, kamilah yang menjaga harta me-reka dan kamilah yang me-melihara anak-anak me-reka, maka apakah kami tidak mendapatkan bagian pahala mereka wahai Rasulullah? Maka berpalinglah Rasulullah ke-pada para sahabatnya dan bertanya:
Apakah tadi kamu sudah mendengar pertanyaan sebaik itu dari seorang perempuan tentang agamanya?
Mereka menjawab: Ya, Demi Allah wahai Rasulullah, kemu-dian beliau bersabda: Pergilah engkau wahai Asma dan beritahukanlah kepada wanita-wanita yang mengutusmu bahwa layanan baik salah seorang kamu kepada suaminya, meminta keridhaannya dan menuruti kemauannya menyamai (pahala) amal-an laki-laki yang engkau sebutkan tadi. Maka Asma pun pergi sambil bertahlil dan bertakbir karena gembiranya dengan apa yang diucapkan Rasulullah ke-padanya. (Al Istii’aab, Ibnu ‘Abd al Bar)

Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, wakil wanita ber-kata: “Wahai Rasulullah, saya wakil dari kaum wanita untuk berjumpa denganmu. Sesungguhnya jihad hanya diwajibkan atas kaum laki-laki saja, sekiranya mereka menang mereka memperoleh pahala dan sekiranya mereka terbunuh, maka mereka senantiasa hidup dan diberi rizki di sisi Rabb mereka. Sedangkan kami golongan wanita menjalankan tugas (berkhidmat) untuk mereka, maka adakah bagian kami dari yang tersebut? Maka Rasulullah menjawab, Sam-paikanlah kepada siapa saja dari kaum wanita yang eng-kau temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui hak sua-mi adalah menyamai yang demikian itu, dan amat sedikitlah di antara kamu yang mampu melaksana-kannya.” (HR al Bazzar)

3. Melayani Suami dengan Sepenuh Hati

Sebagian isteri sangat taat kepada suaminya, tapi kurang pandai melayani suami dengan sebaik-baik-nya. Maka jika taat kepada suami dan pandai me-layaninya, hal itu merupa-kan kemuliaan tersendiri yang mengangkat derajat-nya meraih keselamatan di dunia dan akhirat.
Ummu Salamah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tiap-tiap isteri yang mati diridhai oleh suaminya, maka ia akan masuk surga.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari Abdullah bin Abi Aufa ia berkata, Mu’adz di-utus ke Yaman atau Syam dan dia melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pem-besar dan kepada pendeta-pendetanya. Maka beliau berkata dalam hatinya sesungguhnya Rasulullah lebih layak untuk di-agungkan (daripada me-reka). Maka tatkala ia datang kepada Rasulullah ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pembesar dan kepada pendeta-pendetanya, dan aku berkata dalam hatiku sesungguhnya engkaulah yang lebih layak untuk diagungkan (daripada mereka)

Lalu beliau bersabda: Andaikata aku boleh memerintahkan seseorang bersujud kepada seseorang, maka sung-guh akan kuperintahkan isteri bersujud kepada suami-nya dan seorang isteri belum dikatakan menunaikan kewajibannya terhadap Allah sehingga menunaikan kewajibannya terhadap suami seluruhnya, sehingga andai-kan (suaminya) memerlukannya sedang sang istri sedang berada diatas Unta (kendaraan), sungguh ia tidak boleh menolaknya. (HR Ahmad)

4. Menjaga Kehormatan Diri

Ciri keempat inilah yang merupakan kunci dari keshalihan seorang isteri yang berada di bawah pengawasan suaminya yang shalih. Lelaki yang memiliki isteri dengan ka-rakteristik seperti ini ber-arti telah memiliki harta simpanan yang terbaik.

Dari Abu Umamah ra, dari Nabi Saw beliau ber-sabda: “Tidak ada yang paling bermanfaat bagi se-orang (lelaki) Mukmin se-su-dah bertaqwa kepada Allah daripada memiliki isteri yang shalihah, yaitu jika ia di-perintah ia taat, jika ia dipan-dang menye-nangkan hati, dan jika ia digilir ia tetap ber-buat baik, dan jika ia diting-galkan (suaminya) ia tetap menjaga suaminya dalam hal dirinya dan harta suaminya.” (HR Ibnu Majah)

Dari Ibn Abbas ra Rasulullah Saw bersabda: “Ada empat perkara siapa yang memilikinya berarti mendapat kebaikan di dunia dan akhirat, yaitu hati yang bersyukur, lisan yang selalu berzikir, tubuh yang bersabar ketika ditimpa bala bencana (musibah) dan isteri yang ti-dak menjerumuskan suami-nya dan merusakkan harta bendanya.” (HR Thabrani dengan isnad Jayyid).

Wanita paling baik ada-lah wanita (isteri) yang apabila engkau meman-dangnya menggembirakan-mu, apabila engkau menyu-ruhnya dia pun menaati, dan apabila engkau pergi dia juga memelihara dirinya dan menjaga hartamu. (HR Abu Dawud. Derajat hadits oleh al Hakim dinyatakan shahih).

Semoga para akhwat mampu memiliki karakter tersebut sehingga melayak-kannya mendapat pahala yang telah dijanjikan Allah Swt. Mereka menjadi par-tner dalam perjuangan fi sabilillah, dan menjadi pendamping setia dikala suka dan duka bersama suami yang dicintainya.




(sumber)

Yarrow Mahmoud, Muslim Pertama di Amerika?

Muslim pertama di AS, Yarrow Mahmoud

Yarrow Mahmoud, satu dari jutaan Muslim yang dibawa ke Amerika selama perdagangan budak. Ia meninggal lebih dari 200 tahun yang lalu. Sebuah dokumen bersejarah memperkirakan Yarrow terkubur di antara reruntuhan rumahnya yang dia beli setelah dimerdekakan tuannya tahun 1797.

Kini, lokasi bersejarah di Georgetown, Washington itu telah berubah menjadi bangunan real estate senilai beberapa juta dolar. Deyi Awadallah, pengembang real estate, mengaku tak tahu sedikit pun tentang sosok Yarrow. Namun, ia menghargai para sejarawan yang berusaha melakukan penyelidikan. Pengacara dan penulis lepas, James H. Johnston mengungkap, Yarrow dijual sebagai budak di Senegal saat masih remaja pada tahun 1752. Pria yang butuh waktu delapan tahun untuk menyelidiki sosok Yarrow ini kemudian ia tuliskan dalam From Slave Ship to Harvard: Yarrow Mamout and the History of An African-American Family (2012).

“Dia sangat terkenal pada masanya, tapi tidak pernah ada yang mengenal sosoknya,” kata Johnston. Inspirasi penelitian Johnston datang setelah ia melihat dua potret Yarrow, yang menampakkan gambaran aristokrat seorang pria Amerika-Afrika pada masa perbudakan.

Salah satu potret terkenal itu dilukis oleh seniman awal Amerika, Charles William Peale. Koleksinya kini tersimpan di Philadelphia Museum of Art. “Orang-orang terkesan dengan potret itu. Anda melihat dalam potret itu sesosok pria yang tampaknya kaya, namun mengalami kondisi perbudakan yang mengerikan,” kata Johnston.

Rumah Yarrow telah dihancurkan lebih dari satu abad yang lalu. Namun, ia berharap masih bisa menemukan barang-barang asli Yarrow, seperti sumur, jamban, gudang, atau kuburan aslinya. 

(sumber)

Blog Archive

Powered by Blogger.