Hiasan Kue Bikinan Pegawai Autisme Buat Netizen Terharu

Hiasan Kue Bikinan Pegawai Autisme Buat Netizen Terharu


Seorang wanita terhenyak melihat tampilan kue ulang tahun yang dipesannya dari toko swalayan Meijer di kota Grand Rapids di Michigan, AS

Dikutip dari New York Daily News pada Kamis (03/12/2015), Lisa Sarber Aldrich pada awalnya agak kecewa dengan tulisan ‘Happy Birthday, Mandy’ di atas kue pesanannya, namun ia diam saja.

Sejurus kemudian, ia diberitahu bahwa dekorasi 'unik' itu dikerjakan oleh seorang pegawai yang menderita autisme.

Ia pun menulis pengalamannya Facebook.

"Setelah dilihat-lihat, aku jadi tertawa dan memeriksanya—tidak mengapa kalau terlihat jelek begitu—orang akan menganggapnya lucu," tulis Lisa.

Saat Lisa  membawa pesanannya ke kasir, ia  mendapatkan pandangan aneh dari manajer dan para pegawai toko. Sejumlah pegawai menawarkan kue pengganti, tapi wanita itu menolaknya.

“Seorang kasir memegang bahuku dan mengatakan, ‘pegawai wanita yang menuliskan itu memiliki autisme'", kata Lisa lagi.

Kasir itu melanjutkan, “Terima kasih telah tersenyum dan berterima kasih kepadanya—walaupun ia tidak seharusnya menulis di atas kue, kamu mungkin telah membahagiakannya.”

Pengalaman Lisa pada Minggu lalu itu telah menyentuh banyak hati di internet dan telah disebarkan 105.000 kali. Pesan yang disampaikannyapun turut menyebar.

Kata seorang pemberi komentar, “Suatu pelajaran yang indah untuk semua! Terkadang aku bisa terlalu sibuk dengan diri sendiri dan kita lupa tentang kebutuhan (terucap ataupun tidak) orang lain.”

Lisa mengatakan ia mendapatkan lebih dari 100 pesan dari orang-orang yang memiliki orang kesayangan penderita autisme.


Pada Rabu pagi lalu, Lisa masih menyantap kue itu untuk sarapan pagi dan meyakinkan orang bahwa ia bukan sekedar main-main. 

"Aku tidak pernah meminta ketenaran ini, aku hanya ingin orang untuk mencoba ramah satu sama lain." tuturnya.

Melihat begitu tersebarnya unggahan soal kue ini, ia menambahkan bahwa ia agak kecewa karena kebaikan sepertinya sudah langka.

"Mungkin kita harus lebih sering berbagi kisah-kisah kebaikan," tutup Lisa.

Hebat! Kakek Ini Pakai Kantung Plastik yang Sama Selama 34 Tahun

Hebat! Kakek Ini Pakai Kantung Plastik yang Sama Selama 34 Tahun


Plastik merupakan bahan yang dianggap mencemari lingkungan karena sifatnya yang tak terurai di tanah. Itulah mengapa, salah satu upaya membuat lingkungan hidup jadi tempat yang lebih baik adalah dengan meminimalisi penggunaan kantung plastik.

Dalam hal ini, seorang kakek berada di level lebih tinggi, dengan menggunakan kantong plastik yang sama selama lebih dari 30 tahun, bahkan tanpa benar-benar memikirkan mengenai aspek peduli lingkungan.

Dilaporkan dari Express, Kamis (3/12/2015), Martin McCaskie  masih menyimpan kantung plastik dari Tesco yang didapatkannya untuk menampung barang belanjaan yang dibelinya saat ke supermarket itu tahun 1981 lalu. Kantung plastik itu dilipat rapi dan tersimpan di kantung jaketnya.

Keluarga dari kakek tiga cucu ini tidak menyadari keberadaan barang 'vintage' ini sampai McCaskie mengeluarkannya di rumah anak perempuannya, untuk menaruh koleksi majalah.

Pensiunan teknisi dari Mold, Flintshire ini memperkirakan ia sudah menggunakan kantung plastik itu lebih dari 2 ribu kali selama satu setengah dasawarsa terakhir. Adapun logo di kantung plastik itu adalah saat toserba Tesco  memperingati 50 tahun usia toko itu.


Ketika kantung itu diproduksi tahun 1981 lalu, Personal Computer (PC) pertama dari IBM baru didaftarkan, dan domain nama internet pertama baru berusia 4 tahun.

Arab Saudi Bantah Eksekusi Kuda 'Gay' Seharga Rp 167 Miliar

Arab Saudi Bantah Eksekusi Kuda 'Gay' Seharga Rp 167 Miliar


Kerajaan Arab Saudi menyangkal tudingan yang dialamatkan pada mereka, terkait dugaan eksekusi kuda gay yang disebut-sebut seharga 8 juta poundsterling atau sekitar Rp 167 miliar.

Kuda pacu itu konon dianggap menyimpang, karena kedapatan tengah berhubungan seks dengan sejenisnya.

Kasus yang membuat heboh tersebut kemudian dibawa ke komisi anti-kejahatan atau Committe of Propagation of Virtue and Prevention of Vice, yang dilaporkan menandatangani surat perintah untuk mengeksekusi kuda itu dan mempublikasikannya ke televisi.

"Ketika dilaporkan kepada pihak berwenang, kuda itu dengan cepat 'dibekuk' dan diisolasi. Itu adalah pesan yang tegas bahwa homoseksualitas, dalam bentuk apapun, tidak akan ditoleransi oleh pihak kerajaan," demikian dilaporkan Gulf News yang dikutip dari Daily Mail dan dimuat Kamis (3/12/2015).

Namun para pejabat Saudi dilaporkan membantah mereka telah membunuh kuda pejantan itu.

Informasi soal eksekusi kuda 'gay' tersebut kali pertama muncul di sebuah situs media Amerika Serikat, yang mengutip keterangan seorang sumber anonim.

"Kami harus melindungi kerajaan dari 'infeksi' tersebut, dengan segala cara yang memungkinkan. Termasuk melindungi hewan kami. Kami akan berkorban, jika perlu, untuk melindungi kemurnian Tanah Suci," kata seorang pejabat di kepolisian syariat yang tak disebutkan identitasnya.

Menurut penuturan polisi tersebut, Arab Saudi mengeksekusi antara 25.000 sampai 35.000 hewan diduga gay setahun, termasuk unta, kucing dan anjing.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada bukti sahih soal benar tidaknya eksekusi tersebut dilakukan. Masih diragukan kebenarannya. Apalagi, situs yang kali pertama memuat kabar itu bukan media ternama. 

Media yang sama pernah memberitakan kisah seorang nenek yang membuat mantel dari bulu kucing, milik para tetangganya. Atau, kapal Nazi yang terdampar di pantai Argentina, setelah 70 tahun dinyatakan hilang.

Patung Liberty Diduga Sosok Muslimah Bikin Penasaran

Patung Liberty Diduga Sosok Muslimah Bikin Penasaran


Patung Lady Liberty yang menjulang bak raksasa ini adalah lambang kebebasan dan demokrasi yang universal di AS.

Liberty Enlightening the World, nama lengkapnya, adalah hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari rakyat Prancis. Patung perunggu itu diresmikan pada 28 Oktober 1886.

Baru-baru ini para peneliti mengungkapkan fakta mengejutkan: Liberty terinspirasi perempuan Arab 'penjaga' Terusan Suez, seorang wanita muslimah.

Identitas asli Lady Liberty yang ternyata merupakan wanita muslim menjadi berita yang membuat penasaran pembaca Liputan6.com di kanal Global edisi Kamis (3/12/2015).

Sementara, 2 berita lainnya yang tak kalah menarik adalah kisah mengharukan 2 pramugari cantik korban AirAsia QZ8501 dan permintaan adu penalti Presiden Mauritania dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Selengkapnya di Top Global:

1. Patung Liberty di AS Sejatinya Sosok Seorang Muslimah?


Baru-baru ini para peneliti mengungkapkan fakta mengejutkan: Liberty terinspirasi perempuan Arab 'penjaga' Terusan Suez. Seorang muslimah.

Amerika pun kaget.

Termuan baru tersebut muncul di tengah perdebatan seru di AS tentang penanganan pengungsi yang berdatangan dari Suriah dan negara-negara dengan penduduk bermayoritas muslim lainnya, yang terkoyak konflik dan perang.

Bagaimana kesimpulan tersebut dihasilkan?

Selengkapnya...

2. Kisah Haru 2 Pramugari Cantik Korban AirAsia QZ8501


Pesawat AirAsia penerbangan QZ8501 kehilangan kontak di sekitar Laut Jawa dekat Selat Karimata dalam penerbangan menuju Singapura dari Surabaya, Indonesia, pada 28 Desember 2014. Sedikitnya 155 penumpang dan 7 awak kapal di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia.

Puing-puing pesawat nahas itu lantas ditemukan mengapung pada 30 Desember 2014.

Kru kapal yakni Iriyanto (pilot), pramugari Wanti Setiawati, pramugari Khairunnisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi dan Saiful Rakhmad (teknisi) seluruhnya meninggal. Termasuk seluruh penumpangnya.

Setelah kepergian mereka, mengemuka 2 kisah menyentuh dari pramugari cantik, Wanti Setiawati dan Khairunnisa Haidar Fauzi.

Selengkapnya...

3. Pertandingan Bola Membosankan, Presiden Minta Adu Penalti


Pertandingan sepak bola di Mauritania, Barat Laut Afrika, diduga telah membuat bosan kepala negara yang ikut serta menyaksikan pertandingan. Secara mengherankan, ia memerintahkan wasit untuk mengakhiri pertandingan dengan adu penalti.

Insiden ini terjadi dalam laga final Mauritanian Super Cup antara FC Teyragh-Zeina dan ACS Ksar, di mana pertandingan tersebut dihadiri Presiden Mohamed Ould Abdel Aziz.


Dengan kedudukan skor seri 1-1, pertandingan itu berjalan dengan lamban dan membosankan. Lantas membuat kepala negara menghentikan laga pada menit ke-63, untuk diselesaikan dengan adu penalti.

Ditemukan Buah Persik Berusia 2,5 Juta Tahun, Seperti Apa?

Ditemukan Buah Persik Berusia 2,5 Juta Tahun, Seperti Apa?


Fosil buah persik tertua di dunia ditemukan di barat daya China. Menurut sebuah laporan terbaru, temuan kuno itu diperkirakan berusia lebih dari 2,5 juta tahun -- mendahului kedatangan manusia ke wilayah tersebut.

Meskipun berbentuk rata, biji persik prasejarah ini terlihat mirip seperti penampakan versi modern saat ini -- oval dengan alur-alur yang dalam. Namun para peneliti menyebut ukurannya mungkin lebih kecil dari persik yang dijual di pasaran saat ini. Dengan diameter hanya 2 inci atau sekitar 5 cm.

"Kalau Anda membayangkan persik terkecil yang dijual sekarang, kira-kira seperti itulah ukurannya. Biji ini pasti dulunya berdaging. Pasti lezat sekali," kata Profesor Paleobotani di Pennsylvania State University, Peter Wilf, seperti dikutip dari Live Science, Kamis (3/12/2015).


Pada tahun 2010, Tao Su, seorang profesor muda di Taman Botani Tropis Xishuangbanna di Provinsi Yunna, China -- rekan Wilf -- mengumpulkan 8 fosil persik yang ditemukan semasa pembangunan jalan baru di dekat Terminal Bus Utara di Kunming, ibukota provinsi tersebut.

Fosil buah tersebut ditemukan di lapisan batuan yang berasal dari tahap akhir zaman Pliosen, sebuah periode geologi 5,3 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu.

Biji ini benar-benar mirip biji persik jaman sekarang sehingga Su dan koleganya melakukan serangkaian tes untuk memastikan bahwa biji itu bukan berasal dari masa baru-baru ini, seperti misalnya dibuang oleh pekerja konstruksi sehabis dimakan buahnya.

Dengan memindai fosil-fosil di Penn State, Wilf dan Su menemukan kalau benih di dalam biji tersebut telah tergantikan oleh besi dan dinding biji tersebut telah terkristal ulang -- suatu pertanda usia yang sangat tua.

Para peneliti juga mencoba menentukan usia fosil persik tersebut dengan menghitung jumlah kandungan karbon-14 yang meluruh -- cara umum digunakan untuk menentukan usia bangkai organik. Akan tetapi hasilnya menunjukkan kalau fosil itu berasal dari periode di luar jangkauan penanggalan radiokarbon, yang saat ini sekitar 50.000 tahun.

Persik dianggap berasal dari China, dan sumber-sumber sejarah membuktikan kalau buah itu dibudidayakan di China selama berabad-abad. Persik disebutkan dalam Kitab Songs, atau Shi-Jing, koleksi puisi tertua di Tiongkok, serta karya-karya yang berasal dari abad kesebelas hingga ketujuh sebelum Masehi.

Bukti kegiatan memakan persik juga ditemukan di situs-situs arkeologis seperti pemukiman Neolitik yang ditemukan di desa Hemudu, di provinsi Zhejiang -- tempat ditemukannya biji persik berusia 8.000 tahun pada tahun 1970.

Para peneliti di penelitian terbaru ini menduga, bukti ini menunjukkan bahwa persik berevolusi melalui seleksi alam lalu kemudian melalui budidaya manusia. Seperti yang dipublikasikan secara online pada 26 November di Jurnal Natural Scientific Reports.

Persik mungkin sumber makanan yang menarik bagi primata pemakan buah-buahan, termasuk nenek moyang manusia seperti Homo erectus yang sudah punah dan Homo sapiens yang tiba di China pada zaman Pleistosen. Para peneliti mengungkapkan bahwa pemakan buah persik mula-mula kemungkinan telah membantu secara tak sengaja penyebaran tumbuhan tersebut melalui kotoran mereka.

"Persik ini adalah saksi kolonisasi manusia di China," sebut Wilf. "Persik sudah ada di sana sebelum manusia, kita dan persik saling beradaptasi."

Walaupun para peneliti menganggap bahwa persik jaman prasejarah dapat disamakan dengan spesies persik yang ada sekarang (Prunus persica), mereka telah mengajukan nama spesies baru yaitu Prunus kumingensis, karena mereka tidak bisa merekonstruksi secara utuh tumbuhan tersebut berdasarkan bijinya saja.

Misteri Penampakan Roda 'Karya Para Tetua' di Oasis Arab

Misteri Penampakan Roda 'Karya Para Tetua' di Oasis Arab


Ribuan struktur batu di atas oasis itu ternyata bukan gundukan semata. Melainkan, pola geometris berbentuk roda yang terlihat jelas dari angkasa. Para arkeolog memperkirakan ia berasal dari 8.500 tahun yang lalu.

Pola misterius ini lebih tua daripada geoglyph terkenal di Peru yang disebut Nazca.

Sebagian dari desain raksasa yang terletak di Oasis Azraq di Yordania tersebut diduga punya makna astronomis, sengaja dibangun agar selaras dengan terbitnya matahari pada saat titik balik sang surya di musim dingin (winter solstice).

Itu cuma sebagian besar temuan di Timur Tengah -- yang kali pertama disadari keberadaannya oleh para pilot semasa Perang Dunia I.

Pilot jet tempur Angkatan Udara Inggris (RAF), Letnan Percy Maitland membuat tulisan tentang penampakan tersebut dalam jurnal Antiquity tahun 1927. Yang menginformasikan bahwa Suku Badui menyebut struktur tersebut sebagai 'works of the old men', istilah yang masih digunakan oleh para peneliti sampai sekarang.

Termasuk dalam 'works of the old men' itu di antaranya roda-roda, yang umumnya memiliki jari-jari yang memancar keluar dari pusatnya, layang-layang (struktur batu yang digunakan untuk menjebak dan membunuh binatang), liontin (barisan tugu batuan) dan dinding berkelok-kelok: struktur misterius yang panjangnya berliku-liku hingga mencapai ratusan kaki.

"Karya-karya ini menunjukkan pola geometris spesifik dan terbentang sepanjang puluhan meter hingga ratusan kilometer, yang menunjukkan kemiripan dengan sistem garis geometrik terkenal di Nazca, Peru," tulis seorang anggota tim arkeologis dalam sebuah makalah yang diterbitkan baru-baru ini dalam Jurnal Ilmu Arkeologi, seperti dikutip dari LiveScience, Kamis (3/12/2015)

Nazca Line di Peru diperkirakan berasal dari tahun 200 SM hingga tahun 500 Masehi.

"Struktur roda dan lainnya terletak di sepanjang wilayah Arabia, dari Suriah melintasi Yordania dan Arab Saudi hingga ke Yaman," tulis peneliti. "Yang paling mengejutkan adalah struktur ini sulit dikenali dari darat. Berbeda sekali jika diamati dari udara."


Riset terbaru di Timur Tengah itu dipublikasikan baru-baru ini di Jurnal Ilmu Arkeologi serta Jurnal Arkeologi Dan Epigrafi Arab. LiveScience juga memperoleh salinan awal dari artikel yang akan dipublikasikan di jurnal Antiquity.

Foto Seksi di Kursi Roda, Anak Bungsu Jenner Dianggap Melecehkan

Foto Seksi di Kursi Roda, Anak Bungsu Jenner Dianggap Melecehkan


Bukan klan Kardashian-Jenner namanya jika tidak menjadi tajuk utama. Pada hari ini, siapapun yang memiliki akses internet dan televisi pasti sudah tidak familiar dengan nama Kim Kardashian, Caitlyn Jenner, dan Kendall Jenner. Kali ini, kontroversi datang dari si bungsu, Kylie Jenner, yang mendapat kecaman dari aktivis disabilitas.

Baru-baru ini, Kylie menjadi bintang di majalah Interview, dan berpose seksi duduk di kursi roda, dijepret oleh fotografer Steven Klein yang terkenal dengan karya-karya surreal-nya.

Dilaporkan Telegraph, Rabu (2/12/2015), Klein menjepret gadis yang berasal dari keluarga bergelimpangan uang ini tengah mengenakan busana minim serba hitam, berpose duduk di kursi roda berlapis emas.


Namun ketika diunggah di internet, foto menuai protes dari aktivis difabilitas di media sosial.

Pada rubrik Art Issue dari majalah, bintang acara realiti yang dilirik atas gaya berpakaiannya ini bicara mengenai rasa ketidakpercayaan diri yang kadang-kadang dialami dengan menjadi tokoh publik. Bicara mengenai kampanye anti-bullying di Instagram yang dipeloporinya, #IAmMoreThan (saya lebih dari...), ia mengungkapkan salah satu ketakutan terbesarnya adalah melihat berita negatif mengenai dirinya diunggah online.

"Sepertinya, setiap hari saya melihat omongan negatif mengenai saya. Itu membuat saya serasa tercabik," tutur Kylie.

Kylie pun sepertinya perlu menghindari internet, mengingat orang-orang kini menuduhnya melakukan pelecehan terhadap disabilitas dengan fotonya.

Steven Klein dikenal dengan jepretan foto fesyen-nya yang provokatif, namun bagi mereka yang sungguh-sungguh menyandang disabilitas menganggap dengan menggunakan kursi roda sebagai aksesoris, Klein melihat disabilitas adalah sesuatu yang bisa dengan mudahnya dijadikan aksesoris, sementara para penyandang disabilitas sungguhan harus bekerja sangat keras untuk bisa masuk ke dunia fesyen dan show business.

Blog Archive

Powered by Blogger.