Berapa Biaya Hancurkan 'Death Star'? Ini Jawaban Mahasiswa

Berapa Biaya Hancurkan 'Death Star'? Ini Jawaban Mahasiswa


Ada-ada saja yang dilakukan oleh penggemar Star Wars menjelang penayangan perdana film Star Wars: The Force Awakens. Umumnya fans membeli pernak-pernik terkait film tersebut.

Namun, seorang mahasiswa bernama Zachary Feinstein telah memperhitungkan biaya yang dihabiskan untuk menghancurkan Death Star.

Dilansir Science Alert, Selasa (15 Desember 2015), mahasiswa teknik keuangan Washington University ini mendapatkan jawaban atas dokumentasi finansial kehancuran stasiun luar angkasa Death Star yang terjadi dalam franchise film Star Wars.

Menurut perhitungan Feinstein, kehancuran Death Star pertama memakan biaya yang tak sedikit, sekitar US$ 193 juta triliun. Biaya ini sudah termasuk penelitian dan pengembangan.

Sementara itu kehancuran Death Star kedua diduga menghabiskan biaya US$419 juta triliun. Stasiun luar angkasa sebesar ini akan membutuhkan banyak pendukung, dan menurut Feinstein kenhancurannya akan membuat prekonomian galaksi mengalami krisis besar-besaran.

Menurut Feinstein itu sebabnya The Empire akan tetap berjaya dalam film-film yang akan datang, Rebel Alliance tidak akan memilki biaya untuk memperbaiki ekonomi setelah kenhancuran Death Star kedua.

"Jika tidak ada dana kemungkinan besar galaksi akan memasuki depresi ekonomi besar-besaran," ungkap Feinstein.


Feinstein menuangkan pemikirannya melalui naskah ilmiah berjudul "It's a Trap: Emperor Palpatine's Poison Pill".


Perhitungan ini ia lakukan berdasarkan ukuran kapal induk di era modern sekarang ini, lalu melakukan memperhitungkan kembali berapa banyak biaya baja dan bahan lainnya yang diperlukan untuk membangun Death Star, stasiun luar angkasa yang bisa menghancurkan planet dalam sekali tembak.

"Ekonomi dan keuangan, kurang lebih seperti 'Force' yang dijelaskan oleh master Jedi Obi-Wan Kenobi, 'diciptakan oleh makhluk hidup. Mengelilingi dan mempengaruhi kita, menyatukan galaksi bersama," tulisnya.

Naskah yang ditulisnya juga menerangkan analisa finansial yang memperhitungkan ekonomi galaksi yang bergantung kepada The Empire, dan berapa banyak investor yang memiliki hutang.

Kesimpulannya, Feinstein memperhitungkan Rebel Alliance akan membutuhkan biaya jaminan sekitar 20 persen dari 'Produk Galaktik Bruto' untuk menghindari depresi ekonomi besar-besaran, namun sangat disayangkan, matematika bukan keahlian Luke Skywalker.

Jadi ketika Anda menikmati Star Wars: The Force Awakens Natal ini, pikirkan dampak finansial dalam adegan-adegan besar.

Bisnis Mengerikan di Tiongkok: Jasad Manusia Dijadikan 'Sandera'

Bisnis Mengerikan di Tiongkok: Jasad Manusia Dijadikan 'Sandera'


Pada 30 November 2015, Deng Shuchao yang putus asa memutuskan melompat dari jembatan. Nyawanya melayang setelah tubuhnya terhempas di Sungai Jinsha, di dekat kampung halamannya di Panzhihua, Sichuan, Tiongkok.

Tiga hari setelah bunuh diri, jasad sopir taksi berusia 25 tahun itu masih mengambang di sungai. Diikat di sebuah batu agar tak hanyut.

Keluarganya tak kuasa mengevakuasi jenazahnya, bahkan menyentuh sekalipun. Itu hal tabu. Ketidakberuntungan diyakini akan menimpa mereka jika melakukannya.

Namun, para nelayan yang ada di sana tak sudi meminggirkan jasad Deng cuma-cuma. Mereka menuntut bayaran 18 ribu yuan atau Rp 39 juta -- jumlah yang terlalu besar untuk keluarga sederhana itu.

Dan selama 3 hari, keluarga Deng menanti di pinggir sungai, menangis, dan meminta belas kasih para nelayan di sana. Pemandangan nelangsa, saat ayah, ibu, dan adik korban bercucuran air mata sambil memandang jasad yang terapung itu, terekam kamera.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, polisi pun datang. Namun, yang aparat hanya bisa membujuk pasangan yang berduka itu untuk meminjam uang dari kerabat, sambil mencoba mendapat 'diskon'.

Ayah Deng mengaku, ia sudah memohon sedemikian rupa agar para nelayan mengevakuasi jasad putranya. Namun mereka menolak melakukannya tanpa bayaran.

"Ada 6 nelayan. Aku memohon pada mereka, menangis, dan menawarkan masing-masing 200 yuan (Rp 435 ribu). Namun, mereka bergeming," kata dia seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Selasa (15/12/2015).


Tindakan para nelayan memang tak berperikemanusiaan. Namun, Jiang Jian, profesor hukum dari Sichuan Normal University mengatakan, meminta sejumlah uang sebagai imbalan mengangkut jasad manusia bukanlah pelanggaran.

Sementara, artikel China Daily menuliskan bahwa nelayan tersebut tak bermoral. Di sisi lain, hal tersebut menguak sebuah fakta menyedihkan.

"Akar dari permasalahan adalah tidak adanya layanan publik," demikian opini yang tertulis di media tersebut.


"Saat pemerintah tak bisa melakukan apapun, muncul orang-orang yang menjadikannya alat mencari uang -- meminta bayaran dari keluarga yang ingin memakamkan orang-orang terkasih."

Yang paling buruk adalah ketika polisi datang, yang mereka lakukan hanya meminta diskon. Alih-alih membantu pasangan yang berduka itu. "Padahal mereka terlatih dan mampu mengangkat jenazah itu dari sungai namun mereka tak melakukannya."

Tak hanya para nelayan yang 'mata duitan'. Polisi juga dianggap layak dicaci.

Itu bukan kisah baru di China. BBC melaporkan pada 2010 bahwa para nelayan pencari jasad menghasilkan banyak uang di Sungai Kuning.

Wei Xinpeng yang saat itu berusia 55 tahun mengaku mengevakuasi lebih dari 500 jasad, dengan meminta imbalan uang. Beberapa dari mereka tenggelam, lainnya bunuh diri.

"Aku mengembalikan kehormatan mereka yang meninggal," kata dia.

Putranya, tenggelam di sungai yang sama, jasadnya tak pernah ditemukan. "Sebuah pengalaman yang menyakitkan, itulah mengapa aku mulai melakukannya."

Sementara itu, Global Times melaporkan, pada 2009 tiga mahasiswa tenggelam di Provinsi Hubei saat melakukan hal mulia -- berusaha menyelamatkan 2 anak yang tenggelam.

Nelayan menemukan jasad mereka dan menuntut teman-teman sekelasnya untuk membayar.

Sementara, media berbahasa Inggris Sina melaporkan, ada pasangan yang tenggelam di sungai di Provinsi Zhejiang pada 2013. Nelayan yang mengevakuasi menuntut bayaran dari penduduk setempat.

Detik-detik Rekaman Mobil Tersambar Petir

Detik-detik Rekaman Mobil Tersambar Petir


Tersambar petir bukanlah pengalaman yang sering terjadi dalam keseharian manusia. Lebih lagi jika mengalaminya dan masih bisa hidup untuk menceritakan kisahnya.

Dikutip, Sydney Morning Herald, Selasa (15 Desember 2015), seorang pria bernama Jason Tait di Weston, New South Wales mengalami kejadian langka tersebut.

Kejadian itu terjadi Kamis lalu, 10 Desember 2015, sekitar pukul 4 sore. Ketika itu Jason hendak bergegas memindahkan mobil seorang temannya dari hujan es menuju tempat teduh.


Katanya, “Kami baru mau memindahkan sejumlah mobil. Ketika hujan es terjadi, Ken Marvin meminta tolong untuk memindahkan mobilnya.”

Rekan kerjanya Tim McDonald merekam kejadian itu dengan ponselnya, sementara Tait memindahkan kendaraan milik Marvin menuju teduhan.

Tayangan tersebut memperlihatkan mobil tersambar petir yang menggelegar, yang diduga mengenai atap sisi penumpang.

Jason mengaku ia tetap tenang karena tidak tahu apa yang telah terjadi. Pada saat kejadian, ia hanya melihat sekelebat kilat di belakang kendaraan yang dikemudikannya. Menurutnya, ia merasa sedang difoto.

“Aku hanya melihat kilat dari jendela belakang. Sungguh mengejutkan ketika aku melihat apa yang sebenarnya telah terjadi. Sebelumnya, aku kira teman-teman sedang mempermainkan aku.”

Namun, setelah kejadian itu Jason Tait bersyukur berhasil lolos dari maut, meskipun sebelumnya tidak percaya. Katanya, “tubuhku masih lengkap dengan dua kaki dan jantungku masih berdetak.”

Takut Terhadap Panel Surya, Kota Ini jadi Ejekan

Takut Terhadap Panel Surya, Kota Ini jadi Ejekan


Warga sebuah kota di Amerika Serikat tengah menjadi ejekan di dunia Twitter. Ini terjadi setelah mereka mengungkapkan kecemasan mereka terhadap panel surya memberikan dampak buruk kepada kota mereka.

Dilansir News.com.au, Selasa (15/12/2015), orang-orang di kota Woodland, North Carolina telah menolak proposal pembuatan pembangkit listrik tenaga matahari karena mereka cemas panel itu akan menghabiskan semua energi matahari.
Menurut laporan Roanoke-Chowan News Herald, penolakan tersebut dilakukan menjelang pertemuan dewan kota setelah mendapatkan sejumlah ketakutan yang dikemukakan oleh warga setempat.

Seorang pensiunan guru sains bernama Even Jane Mann, cemas bahwa panel surya akan mencuri tenaga sinar matahari dari tanaman-tanaman di kota tersebut.


Hal itu diungkapkannya setelah melakukan 'penelitian' terhadap sejumlah wilayah dekat kota yang memiliki panel surya. Ia cemas bahwa fotosintesis tidak akan tercipta dengan keberadaan panel-panel tersebut.

Bersamaan dengan itu ia juga mengemukakan sejumlah kematian akibat kanker di kota tersebut, dan tidak ada orang yang bisa meyakinkannya bahwa panel surya itu bukan penyebabnya.

"Orang datang ke sini dengan niat yang berbeda," Jane Mane bersikeras. "Sebelum kami mengetahui adanya dampak buruk atau tidak terhadap komunitas ini, sebaiknya kami tidak menandatangani surat perjanjian apapun," tambahnya lagi.

Menurut laporan pertemuan dewan kota, suaminya Even Jane Mann, Bobby membagikan rasa cemasnya dan khawatir pembangkit listrik tenaga matahari akan menghabiskan tenaga matahari mengakibatkan bisnis di dalam kota tidak berkembang.

Sementara itu, warga lainnya juga mengeluhkan terhadap dampak pembangkit listrik tenaga matahari terhadap harga properti.

Salah seorang warga, Jean Barnes, tampil ke hadapan dewan kota dengan petisi yang sudah ditandatangani penghuni kota, menentang pembangunan pembangkit tenaga listrik itu.

Meskipun sudah mendapatkan penjelasan dari pihak pengembang bahwa tidak ada dampak buruk yang akan terjadi, hasil rapat dewan kota telah menetapkan untuk menunda pembangunan pembangkit tenaga matahari.

Namun suasana ini telah telah ditanggapi dengan mem-bully dan membuat lelucon terhadap kota tersebut.

Jurnalis olahraga dan komentator politik, Keith Olbermann  memberikan tanggapannya melalui Twitter dengan mengatakan," apakah Woodland kota terbodoh di Amerika Serikat?"

Tanggapan pengguna Twitter lainnya seperti @John_Carnevale mengatakan, "Jika Anda belum tahu, panel surya tidak akan menghabiskan tenaga matahari atau menghentikan fotosintesis di sekitar wilayah. Beri tahu ini kepada North Carolina."

Sementara itu pengguna @DewiNickyX menuliskan,"Jadi orang-orang di North Carolina menolak pembangunan panel surya di kota mereka karena takut tanaman tidak akan mendapatkan sinar matahari yang cukup?"

Merasa kesal, pengguna @totalfratmove berkicau, "Sekelompok orang bodoh di North Carolina mengira panel surya menyebabkan kanker.

Rekaman Bayi Beruang Kutub yang Lucu dan Menggemaskan Saat Tidur

Rekaman Bayi Beruang Kutub yang Lucu dan Menggemaskan Saat Tidur


Video bayi beruang kutub sedang tidur bersama boneka bulu rusanya membuat para peneliti di Colombus Zoo and Aquarium di Ohio jatuh hati dan berkata, "aaww."

Tak hanya para peneliti dan petugas, netizen pun tak kalah gemasnya dengan tingkah laku beruang imut itu, saat kebun binatang memposting video tersebut.


"Ini bayi beruang putih berusia 5 bulan. Dia berbobot 1.8 kilogram dan memiliki panjang 41 sentimeter. Matanya baru saja pelan-pelan membuka, tapi belum sepenuhnya melek!" tulis kebun binatang tersebut di Facebooknya, seperti dilansir CNN, Minggu 13 Desember 2015.

Banyak netizen mengomentari tingkah hewan itu. Apalagi suara dengkuran halus yang menggemaskan dan leletan lidahnya yang menjulur membuat bayi beruang kutub itu semakin lucu.

"Hatiku luluh dan lumer melihat tingkah laku bayi --manusia maupun beruang kutub-- tidur," kata salah satu pembaca.

"Ya Tuhan! Suara dengkurannya imut sekali!" kata pembaca yang lain.

Berikut rekaman video si bayi beruang kutub saat tidur. Menggemaskan!

Anak beruang kutub itu lahir dari induk bernama Aurora, salah satu beruang kutub dewasa yang dimiliki kebun binatang tersebut. Bayi beruang berkelamin betina itu lahir pada 6 November lalu.

Tim dokter hewan kebun binatang itu mengawasi sang bayi 24 jam. Hal itu dikarenakan biasanya bayi beruang kutub tak mampu bertahan dalam minggu-minggu pertama.

"Beruang kutub mirip panda, mereka itu hewan spesial yang melahirkan bayi dengan ukuran sangat kecil. Itu yang membuat hewan itu sangat rentan," kata Jennifer Wilson, direktur kebun binatang.

"Dengan perawatan manusia, kemungkinan bayi itu bisa hidup mencapai 50 persen," tutupnya.

Rumah Tinggal ala Hobbit Ini Bisa Dirakit Sendiri

Rumah Tinggal ala Hobbit Ini Bisa Dirakit Sendiri


Earthship merupakan jenis rumah yang dibangun dengan ide ramah bagi lingkungan. Energi yang digunakan untuk menopang kehidupan manusia yang menghuninya diambil dari alam, seperti matahari yang diubah menjadi listrik. Menjadikan hunian earthship bermanfaat bagi kesehatan lingkungan. 

Rumah ala Hobbit dalam film Lord of The Ring dan The Hobbit itu dibangun menyatu dengan tanah sebagai penyekat alami dan mampu menahan air dari hujan badai. Tak hanya itu, tanah juga berfungsi untuk mempertahankan suhu udara optimal. Jadi, Anda tidak perlu lagi pengaturan suhu ruangan, menjadikan biaya perawatan lebih murah. 


Pembangunannya memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, dan memerlukan keterampilan merakit yang luar biasa.  Green Magic Homes, adalah perusahaan asal Kanada yang menawarkan jasa pembuatan earthship, rumah ramah lingkungan.

Dikutip The Plaid Zebra, 11 Desember 2015, perusahaan menawarkan 'paket rakitan rumah' untuk siapa saja yang memiliki keterampilan dalam menggunakan bor. Rumah ramah lingkungan 'Magic Green Home' akan didatangkan dalam rangkaian panel dinding, dengan lubang-lubang kecil pada sisinya. Memudahkan Anda untuk membangun hanya dengan memasang mur untuk menyatukan rumah.

Menurut Inhabitat, "Perekat komposit dan kanal kabel listrik dan pipa air, serta perekat ventilasi mesin bisa ditambahkan pada bagian luar kapanpun", dengan kata lain pemilik bisa mengembangkan bangunan rumah tanpa perlu banyak usaha. Sementara, lapisan luar rumah total tak bisa ditembus air.


Panel tembok juga didesain untuk menutupi tanah, yang sekaligus digunakan untuk merawat tanaman. Walau banyak earthship biasa dibangun di tanah, desain ini membalik proses, sehingga tanah melapisi tembok rumah.


Kelebihan dari earthship ini, adalah Anda dengan mudah bisa mengembangkan ruang tinggal seiring waktu. Mengenai biaya, rumah dibanderol US$ 34,74 per kaki kubik (satu kaki sama dengan 30,48 cm), sehingga untuk rumah seluas 122 meter kubik, biayanya hanya sedikit di bawah US$ 14.000 (Rp. 195,12 juta).


Green Magic Homes menawarkan juga gazebo dengan harga US$ 25 per kaki kubik, atau USD 10.000 (Rp. 140 juta) per 122 meter kubik.

Secara keseluruhan, Green Magic Home merupakan 'earthship untuk amatiran', kelebihannya sebagian besar adalah desain yang relatif mudah untuk dirakit dan dikembangkan.

Drone dan Pelontar Api, Cara 'Gila' Bakar Kalkun,

Drone dan Pelontar Api, Cara 'Gila' Bakar Kalkun,


Sebuah video menghebohkan muncul di dunia maya yang memperlihatkan cara tak biasa dalam memanggang kalkun. Menggunakan drone yang dilengkapi flamethrower (pelontar api) menyemburkan api besar untuk memanggang.

"Begini caranya memanggang kalkun di saat liburan," tulis judul video.

Austin Haughwout, pemuda yang mengunggah video ini sebelumnya telah menarik perhatian netizen melalui video drone yang menembakkan senjata api di atas hutan.

Rekaman yang diunggah dalam situs berbagi video memperlihatkan kalkun ditancapkan pada kayu tergantung antara dua pohon. Sementara drone terbang maju-mundur dengan flamethrower menyemburkan api yang merebak.


Meski drone dan flamethrower membahayakan, namun menurut Sersan Detektif Joseph Flynn dari departemen kepolision Clinton, perpaduan kedua peralatan tidak melanggar hukum.

"Hukum belum diperbaharui menurut teknologi terbaru," jelas Flynn dikutip UPI, Jumat 11 Desember 2015.

Sedangkan David McGuire, polisi dan direktur legislatif untuk ACLU Connecticut, menyatakan bahwa video ini adalah petanda untuk dilakukannya pembaharuan hukum.

"Seperti insiden senjata, ini menunjukkan perlunya regulasi drone yang komprehensif," ungkap McGuire. "Kami akan melipatgandakan usaha dalam mewujudkan regulasi drone sesuai akal yang sehat.

Saksikan video membakar kalkun dengan drone!

Finding Ghost: Menyisir Mitos 'Rumah Kuntilanak'

Finding Ghost: Menyisir Mitos 'Rumah Kuntilanak'


Tidak ada warga yang tahu, alasan sang pemilik meninggalkanrumahnya. Tanpa terasa tujuh tahun sudah rumah yang terletak dalam gang di kawasan Cipinang Jaya, Jakarta Timur. Suasana rumah pun berangsur mencekam lantaran banyak sisi bagian rumah yang tak terawat.

Lambat laun ada warga yang mengaku melihat adanya penampakan makhluk gaib di rumah tanpa penghuni .Beberapa warga sering melihat sosok kuntilanak yang menampakkan diri. Tidak hanya itu, makhluk gaib bertubuh besar konon juga menjadi penghuni lain di rumah angker yang berada di sebuah gang kecil itu.


Namun, benarkah mitos yang dikatakan warga? Kali ini Naomi dan Tim Mitos Urban akan mencoba menelusuri rumah angker itu. Apa yang akan terjadi saat Naomi dan Tim Mitos Urban 'Finding Ghost' di tempat ini? Saksikan petualangannya secara live streaming dari lokasi

Afrika Akan Jadi Benua Terbersih?

Afrika Akan Jadi Benua Terbersih?


Inisiatif Energi Terbarukan Afrika (African Renewable Energy Initiative) atau Arei berencana mengembangkan pembangkit energi terbarukan berkapasitas setidaknya 10 gigawatt hingga tahun 2020 dan setidaknya 300 gigawatt di tahun 2030. Dengan adanya hal itu, potensi menjadikan benua tersebut sebagai yang terbersih di dunia terbuka lebar.

Inisiatif skala raksasa yang mendapat dukungan dari semua kepala negara di Afrika itu akan mendorong benua tersebut untuk meningkatkan energi terbarukannya dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.

Badan Energi Internasional (IEA) yang menyebut Afrika adalah “pusat dari tantangan global untuk mengatasi kekurangan energi” memperkirakan konsumsi energi per kapita di Afrika pada 2012 cuma 600 kWh. Bandingkan dengan konsumsi rata-rata per kapita dunia yang berada di kisaran 3.064 kWh.


Rencana untuk mempercepat pemanfaatan energi surya, air, angin, dan panas bumi dapat menjadikan Afrika melesat meninggalkan benua lainnya melalui pembangunan ribuan “pembangkit listrik virtual” skala kecil. Pembangkit skala kecil ini mendistribusikan listrik melalui jaringan listrik mini dan tak lagi memerlukan saluran transmisi listrik, yang bisa menyebabkan rugi daya hingga seperempatnya selama proses transmisi.

Inisiatif yang ditaksir akan bernilai setidaknya 500 miliar dolar selama kurun waktu 20 tahun, diberi label “dari Afrika, untuk Afrika,” dan dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Afrika terhadap batubara saat ini. Selain mengurangi emisi, pembangunan ini akan menolong sedikitnya 600 juta orang untuk beralih dari kebiasaan memasak dengan diesel, minyak tanah atau kayu bakar, dan mengurangi pencemaran udara.

Energi surya diharapkan sebagai pemain utama. “Kami siap untuk terlibat dalam pembangkitan energi surya dan angin besar-besaran untuk mencapai ketersediaan listrik sampai 100% bagi warga kami,” kata Judi Wakhungu, sekretaris kabinet lingkungan Kenya.

Berbicara di peluncuran inisiatif tersebut dalam pembicaraan COP 21 di Paris, presiden Bank Pembangunan Afrika (AfDB), Akinwumi Adesina mengatakan benua tersebut saat ini kehilangan 4% dari PDB-nya akibat kekurangan energi ramah lingkungan.

“Afrika adalah benua yang paling menderita akibat kenaikan suhu udara, dan kekeringan menjadi makin sering dengan intensitas yang kian tinggi. Afrika perlu dana lebih banyak untuk beradaptasi," ucap Adesina seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (12/12/2015).

Benua ini telah terkena efek jangka pendek perubahan iklim. Tapi kami harus memastikan kalau itu bukan diakibatkan karena kekurangan pendanaan. AfDB akan meningkatan pendanaan hingga 3 kali lipat menjadi 5 miliar dolar per tahun pada tahun 2020,” ujarnya.

Afrika sub-Sahara adalah satu-satunya wilayah di dunia yang jumlah penduduk tanpa akses energi listriknya diperkirakan bakal meningkat. Pada 2030, kontribusi Afrika terhadap jumlah populasi dunia tanpa akses terhadap energi listrik akan meningkat hingga dua pertiganya, meningkat dibandingkan saat ini yang cuma setengahnya.

Rencana terperinci masing-masing negara baru akan dikerjakan dalam lima tahun ke depan, namun AfDB dan kelompok finansial lainnya, termasuk Bank Dunia, telah menjanjikan 5 miliar dolar sebagai permulaan.

Kabar tentang inisiatif ini muncul saat koalisi 12 negara, termasuk di antaranya Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Kenya, Liberia dan Malawi membuat target untuk menanam kembali 100 juta hektar hutan di seluruh benua tersebut hingga 15 tahun ke depan.

Ini akan melanjutkan kesuksesan penanaman jutaan pohon dan semak belukar di Tigray, Ethiopia dan di tempat lainnya dimana kekeringan dan penebangan hutan telah menghancurkan dan menggerus lanskap. Komunitas pertanian telah merasakan peningkatan kualitas tanah, suplai air dan ketersediaan pangan di area-area tempat penanaman kembali pohon dan semak belukar tersebut.

Perjalanan Hadiah untuk Kucing Kesayangan

Perjalanan Hadiah untuk Kucing Kesayangan


Demi keamanan, dinas pos di negara asing lazimnya menerapkan kaidah KYC atau know your customer, sehingga dilarang menyampaikan paket pos kalau identitas penerimanya tidak jelas. Jika terjadi, maka benda kiriman akan sulit disampaikan.

Hal itu terjadi pada Brittany Maher-Kirk (27) di Kentish Town di Utara London yang mendapat kiriman kalender dari ibunya, Sue. Gara-gara sang bunda menuliskan 'Ted'--  kucing milik putrinya -- sebagai penerima

Dikutip dari BBC, Jumat (10/12/2015), dinas pos Inggris, Royal Mail melalui telepon mengatakan kepada sang pemilik kucing bahwa mereka tidak boleh menyerahkan paket jika tidak ada identitas penerima yang jelas.

"Para petugas pos cukup ramah dan mereka bilang ‘Kami sebenarnya tidak sembarang memberikannya kepada orang," kata Brittany menceritakan.


Awalnya para petugas pos mengusulkan agar Ted dibawa ketika mengklaim paket tersebut, tapi sang pemilik menjelaskan bahwa binatang kesayangannya itu menderita HIV kucing dan tidak diperbolehkan keluar rumah.

Akhirnya kalender itu bisa diterima setelah si empunya memberikan penjelasan. Ted si kucing pun terlihat gembira menerima hadiah tersebut.

Juru bicara Royal Mail menuturkan, mereka telah mengirimkan banyak barang untuk binatang rumahan maupun bisnis di seluruh Inggris. Namun keseluruhannya sesuai dengan aturan yang ditetapkan -- menggunakan identitas jelas.


Agar kasus serupa tak terjadi, pihak pos pun meminta agar kiriman untuk binatang peliharaan mencantumkan nama pemilik atau penerima (manusia).

Kisah 'Cinta' Wanita dan Berang-berang

Kisah 'Cinta' Wanita dan Berang-berang


Demi rasa 'cinta' terhadap binatang khas Kanada, seorang wanita rela menempuh perjalanan 400 km ke tempat pengobatan.

Wanita baik hati tersebut, Mary Herbert awalnya tak punya rencana berkendara dari Ottawa ke Rosseau, Ontario. Mengetahui hewan itu butuh bantuan, ia lalu sukarela bersedia mengantarkan si berang-berang mencari tempat perawatan.

"Aku hanya merasa bisa menolong mereka," ungkap Herbert dikutip Metro News, Jumat (10/12/2015).

"Aku menemui suamiku dan mengatakan 'aku bisa melakukannya karena besok tak ada keperluan. Aku cinta binatang. Sangat menyenangkan mampu menolong hewan liar, itu kesempatan yang tak semua orang bisa mendapatkannya'," imbuhnya.

Herbert belum pernah menjadi volunteer di Rideau Valley Wildlife Sanctuary sebelumnya, namun ia mem-follow akun Facebook milik penangkaran, itulah bagaimana ia menemukan iklan mencari 'taksi berang-berang'.


Iklan permintaan mengantarkan si berang-berang disebarkan melalui media sosial, menghadirkan tagar #beavertaxi, dan menarik perhatian Herbert.

"Menyelamatkan nyawa seekor berang-berang adalah hal menakjubkan. Ada kolam berang-berang di tempat tinggalku, dan itu hanya sebagian dari kehidupan liar yang aku saksikan dan sukai. Hewan yang satu ini sepertinya yatim piatu dan perlu pertolongan," tutur Herbert.

Herbert membawa berang-berang dengan menggunakan peti kayu yang ditutupi selimut, diletakkan di kursi belakang mobil Herbert.

"Ia tak mengeluarkan bunyi apa-apa selama perjalanan," tutur Herbert.


Si hewan pengerat yang belum memiliki nama itu ditemukan pada Jumat 4 Desember di sebuah halaman rumah warga Ottawa. Lalu salah seorang di antaranya menghubungi tempat penangkaran.

"Ia ditemukan jauh dari air," jelas anggota dewan Heather Badenoch. "Ia kekurangan air, lesu, dan kebingungan."

Si berang-berang kemudian segera dihangatkan dan dirawat di penangkaran, namun menurut Badenoch, sikapnya tak kunjung menjadi normal. Sehingga, staf memutuskan untuk segera memindahkannya ke Aspen Valley Wildlife Sanctuary di Muskoka, daerah Utara dari Toronto, sehingga ia bisa diperiksa dokter hewan.

Jika diperlukan, hewan ini juga akan menghabiskan musim dingin di penangkaran Aspen, karena tempat itu memiliki penampungan air dalam ruangan.

"Kondisi si berang-berang membutuhkan penanganan lebih dari yang dimiliki fasilitas saat ini," ungkap Badenoch. "Jika ia sudah cukup stabil untuk dipindahkan, kami akan memasang iklan."

Detik-detik Donald Trump Nyaris Dipatuk Elang

Detik-detik Donald Trump Nyaris Dipatuk Elang


Pada Agustus lalu, pengusaha sekaligus calon kandidat presiden AS, Donald Trump mengadakan sesi pemotretan dengan Majalah TIME. Saat itu ia bersanding bersama elang -- burung ikon Amerika Serikat. Namun, rupanya si unggas tak merasa nyaman.

Tiba-tiba si elang mengarahkan patuknya hendak menyerang Trump, dan terlihat ia berkelit. Seperti biasa, komentar pertama yang keluar dari mulutnya adalah bagaimana dengan penampilannya.


"Bagaimana rambutku?" kata Trump dalam videonya sambil membenarkan rambut pirangnya itu, seperti dilansir dari USA Today, Kamis 10 Desember 2015.

Seorang pawang elang yang berdiri di sampingnya ikut membereskan satu dua helai rambut yang berantakan.

Foto itu diambil saat TIME mencalonkan dirinya sebagai 'Person of the Year' versi majalah itu.

Ide foto Trump bersama burung yang nyaris punah itu datang dari fotografer Martin Schoeller. Menurut Schoeller, ia 'bosan' dengan penampilan Trump yang nyaris sama tiap kali dipotret olehnya.

"Semua foto dia sama semua gaya dan ekspresinya," kata Schoeller kepada TIME. Maka ia memilih Trump membawa burung yang bernama Uncle Sam itu.

"Trump itu susah sekali untuk difoto dan berpose. Kalau saya suruh dia, 'dagunya naik sedikit', dia akan bilang tidak. Dia secara harafiah cuma punya 1 angle," lanjut Schoeller yang sering memotret miliuner itu.

"Maka dari itu, saya ingin membuat sesuatu yang berbeda. Saat Trump memulai kampanye dengan slogan 'Make America Great Again,' saya tawarkan ide ini kepada orang yang haus perhatian itu," ujar Schoeller yang telah mengenal bakal calon presiden AS itu dari tahun 2004.

Setelah konsep itu disetujui, elang berusia 27 tahun itu langsung diterbang dari Texas menuju lantai 25 Trump Tower di Manhattan, AS.

"Sangat sulit meminta elang itu berpose. Kami semua di ruangan, kendati ada pawang sekaligus pemilik burung itu, tetap susah mengendalikan Uncle Sam. Trump juga seperti enggan memegang burung itu. Jadi, agak sulit saat memotret mereka berdua," ungkap Schoeller tentang di balik sesi pemotretan itu.

Semenjak TIME memutuskan untuk merilis video ada Kamis 10 Desember, banyak yang menertawakan adegan itu. Salah satu netizen mengatakan, "Bahkan Uncle Sam pun tak setuju, Trump jadi nominasi presiden AS."

Salah satu akun Twitter, @samkalidi berkicau,"Bahkan Elang kebanggaan Amerika benci Donald Trump."

Adapun penghargaan 'Person of the Year' diberikan kepada Kanselir Jerman Angela Merkel. Atas pilihannya itu, Trump 'mencela' TIME.

"Saya bilang ke kalian, Majalah TIME tidak akan memilih saya sebagai tokoh tahun ini. Namun, mereka memilih oarng yang telah menghancurkan Jerman," kicau Trump dalam Twitternya.

Miliuner itu sendiri tidak berkomentar terhadap alasan TIME merilis rekaman di balik pemotretan sampul majalah mereka.

Berikut saksikan detik-detik Trump diserang Elang Botak...

Wanita Ini 'Sogok' Petugas Bea Cukai dengan Berhubungan Intim

Wanita Ini 'Sogok' Petugas Bea Cukai dengan Berhubungan Intim


Seorang wanita berusia 55 tahun didakwa dengan tuduhan menyuap petugas bea cukai setelah ia menawarkan berhubungan badan supaya dibebaskan membawa masuk barang mewah ke AS.

Hong Yang,  janda cerai asal Tiongkok tiba di bandara John F. Kennedy, New York bulan Juli lalu bersama saudara perempuannya dan anak perempuannya yang kuliah di Manhattan.


Dikutip dari New York Daily News, Jumat (11/12/2015), setibanya pesawat Air France dari Paris di AS, petugas bea cukai (Customs and Border Patrol, CBP) AS mendapati sejumlah barang bawaan anak perempuannya yang tidak dilaporkan.

Barang yang tidak dilaporkan itu mencakup buku saku desainer mahal, jam tangan, mantel bulu, dan perhiasan permata yang semuanya ditaksir senilai US$160.000-- atau lebih dari Rp 2,2 miliar.

Menurut catatan pengadilan Brooklyn Federal Court, Yang diduga menuliskan nama akrab dan nomor teleponnya di selembar kertas dan memberikannya kepada sang petugas. Ia kemudian ditengarai menawarkan uang sejumlah $10.000-- sekitar Rp 139 juta-- dan sebuah jam tangan untuk meloloskan putrinya dari pemeriksaan.

Guna mendpaatkan bukti, petugas jujur itu kemudian keluar sesaat untuk dipasangkan alat penyadap dan kembali menghampiri Yang. Tidak mau terjerat hukum, Yang 'menaikkan' tawarannya untuk 'tidur bersama' sang petugas dan mengajaknya jalan-jalan ke Tiongkok.

Menurut pengacara Robert Gottlieb, Yang tidak ditahan langsung dan diperkenankan meninggalkan bandara. Petugas baru menahannya jelang akhir pekan ketika hendak melakukan perjalanan kembali ke Tiongkok.

Sejak Senin lalu, 7 Desember 2015, Yang bebas dengan uang jaminan sebesar US$250.000-- atau sekitar Rp 3,5 miliar-- dan ia tinggal di apartemen puterinya di Manhattan.

Kilah sang pengacara, “Jelas ada salah pengertian di sini, dan malangnya menjadi penahanan yang tidak adil bagi wanita anggun itu."

Mampukah Garuda Raksasa Cegah Jakarta Tenggelam seperti Titanic?

Mampukah Garuda Raksasa Cegah Jakarta Tenggelam seperti Titanic?


Ramalan masa depan Jakarta sama sekali tak gilang-gemilang. Akibat laju penurunan tanah dan kenaikan level permukaan air laut, Ibu Kota terancam terendam air. Sepuluh juta warganya dibayang-bayangi relokasi. 

Nasib Jakarta serupa dengan metropolitan lain di Asia: Shanghai, Hong Kong, Kalkuta, Mumbai, Dhaka, dan Hanoi. Atau jangan-jangan Jakarta bakal lebih parah.

"Akan sangat sulit bagi sektor bisnis dan masyarakat untuk memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi," kata Richard Hewston, analis perubahan iklim dari Verisk Maplecroft, seperti dikutip dari situs WRAL.com. 

Tak ada pilihan lain, kota-kota besar di wilayah pesisir harus bersiap menghadapi risiko kehilangan investasi dan menangani bencana yang terjadi pada rakyatnya. 

Kekhawatiran soal nasib Jakarta juga menjadi sorotan media sains National Geographic. 

Dari Teluk Jakarya, Victor Coenen, ahli geografi fisik asal Belanda, mengamati sekeliling. Matanya menatap saluran air yang tersumbat segala macam kotoran, dari sampah plastik hingga enceng gondok.

"Kota ini tak bisa dibiarkan terus-terusan terendam," kata dia seperti dikutip dari situs National Geographic, Kamis (10/12/2015).

Coenen lantas memaparkan fakta mengkhawatirkan. Permukaan tanah di kota -- yang oleh nenek moyangnya dinamakan Batavia -- terus turun, rata-rata 7,5 cm setiap tahun. Bahkan mencapai 10 inci atau 25,4 cm di sejumlah area, laju yang lebih cepat dari Venisia -- yang tenar sebagai 'kota air'.

Ibaratnya, Jakarta bak 'Titanic' di belantara metropolitan dunia. Menjadi tempat di mana anak-anak pada masa depan harus membelah air payau setinggi pinggang untuk pergi ke sekolah. Hampir setengah dari warganya terpaksa menderita menghadapi banjir 'abadi' yang jauh lebih sering terjadi dari masa kini.

Ini adalah ancaman nyata: dalam 15 tahun, 80 persen wilayah utara Jakarta akan berada di bawah permukaan air laut. Hanya butuh waktu 50 tahun jalanan bisa terendam air setinggi 10 kaki atau 3 meter. Mobil tak bisa melaju -- mungkin -- digantikan sampan!

Agar mimpi buruk tersebut tak sampai terjadi, Jakarta telah memulai proyek terbesar dalam sejarah: pembangunan proyek tanggul raksasa (Giant Sea Wall).

Tanggul berbentuk Garuda tersebut akan membentang sepanjang 40 kilometer, tinggi 80 kaki atau 24,3 meter -- di mana sepertiga bagiannya menjulang di atas permukaan air laut.

Untuk menutupi biayanya yang fantastis, US$ 40 miliar, dibuat 17 pulau buatan, yang bisa dimanfaatkan para pengembang untuk membangun rumah-rumah mewah, pusat perbelanjaan megah, dan perkantoran tipe-A. Bentuknya mirip-mirip Palm Island, gugusan pulau buatan di Dubai.

"Kami sedang mencoba membangun sebuah tanggul sekaligus kota. Ini adalah ide yang baru," kata Coenen yang menjadi konsultan Witteveen+Bos, bagian dari konsorsium Belanda yang menyiapkan master plan proyek besar itu.

Namun, kerja berat itu masih panjang. Tahun lalu, dimulai tahap pertama, yakni peninggian tanggul setinggi 2,5 meter yang akan selesai dalam 24 bulan.

Pertanyaannya apakah 'Garuda' raksasa itu nantinya cukup sakti untuk mencegah Jakarta tenggelam?

Lepas dari Polisi, Perampok Masuk Mulut Buaya dan Tewas

Lepas dari Polisi, Perampok Masuk Mulut Buaya dan Tewas


Ada pepatah berbunyi 'keluar mulut harimau, masuk mulut buaya' yang berarti keluar dari situasi genting, namun dihadapi kembali dengan situasi yang lebih parah.

Keadaan ini berlaku secara harfiah bagi perampok satu ini. Ia tewas dimangsa oleh seekor buaya sepanjang 3 meter ketika bersembunyi dari pihak kepolisian.

Dilansir Telegraph, Selasa (8/12/2015), jasad Matthew Riggins, pria 22 tahun penduduk Palm Bay, Florida ini ditemukan di danau di Barefoot Bay pada 23 November lalu, sepuluh hari setelah dilaporkan hilang, ia diduga telah menjadi makanan buaya.


Semua berawal ketika polisi mendapatkan panggilan dari warga pada 10 November pada malam hari di Barefoot Bay. Mereka melaporkan bahwa ada dua pria berpakaian serba hitam yang bersikap mencurigakan di sekitar wilayah mereka.

Menanggapi panggilan, polisi melancarkan pencarian dengan unit K-9 --pasukan khusus anjing dan juga helikopter.

Menurut laporan petugas, Riggins sempat menelepon kekasihnya, untuk memberitahu ia dan seorang rekannya sedang dicari oleh pihak kepolisian.

Riggins diduga melompati pagar-pagar rumah dan di danau, saat itulah ia dihadapi oleh buaya.

"Kemungkinan ia bersembunyi di danau untuk menghindari para petugas dan anjing pelacak. Pada saat itulah ia dihadapi oleh buaya," jelas Major Tod Goodyear dari Kepolisian Brevard County Sheriff's.

"Bersembunyi di suatu tempat dan mencoba kabur, lalu bertemu hewan ganas seperti itu. Saya tidak pernah mendengar kejadian seperti itu sebelumnya."

Jasad Riggins ditemukan oleh tim selam kepolisian yang sedang berpatroli di sekitar wilayah tersebut. Ketika mereka melakukan evakuasi terhadap jasadnya, jubir kepolisian mengungkapkan bahwa mereka diserang seekor buaya berukuran 3 meter saat mendekati air.

Menurut kabar polisi mengerahkan petugas dari Florida Fish and Wildlife Conservation Commission untuk menangkap dan suntik mati hewan tersebut.

Melalui pemeriksaan forensik yang dilakukan terhadap buaya, polisi menemukan kecocokan terhadap jasad Riggins. Potongan tubuh di dalam perut buaya terbukti bagian dari tubuh Riggins.

Sementara itu petugas mengungkapkan mereka telah menangkap seorang pria yang dipercaya adalah rekan Riggins. Namun ia menolak untuk bekerjasama dengan pihak polisi dalam kasus ini.

Pria India Bunuh Ular King Cobra dengan Tangan Kosong

Pria India Bunuh Ular King Cobra dengan Tangan Kosong


Seorang pria tertangkap kamera menyerang dan membunuh ular King Cobra yang cukup besar dengan tangan kosong. Menurut laporan, aksi ini dilakukan untuk membalas dendam kematian putranya.

Dalam video itu, pria tersebut terlihat menarik ular berbisa itu dari pohon di antara semak-semak dan membanting hewan melata itu ke tanah berulang kali dengan geram. Hingga 7 kali.

Menurut The Sun, pria tersebut sedang melancarkan aksi balas dendam. Konon, ular itu telah menggigit dan menewaskan putranya.

Setelah puas membanting, pria itu melepaskan ular yang tampak meringkuk, dalam kondisi tidak bergerak di pinggir jalan.

Pria yang diyakini berasal India Selatan, tampak hanya mengenakan celana pendek ketika melakukan penyerangan terhadap hewan melata tersebut.


Melalui situs berbagi video, cuplikan ini telah ditonton sebanyak 700.000 kali. Namun aksinya tersebut telah mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak yang menuding pelaku telah melakukan kekejaman terhadap binatang.

Internet Bikin Orang Tak Percaya dengan Kemampuannya?

Internet Bikin Orang Tak Percaya dengan Kemampuannya?


Di balik 'kepandaian' internet yang bisa didapat dalam waktu singkat, ternyata ada dampak kurang baik. Berkat cara instan tersebut, orang-orang menjadi lebih enggan mengandalkan pengetahuannya. Mereka lebih merasa percaya diri terhadap informasi yang diperoleh dari akses internet.

Hal ini mengindikasikan kalau hubungan seseorang dengan internet mempengaruhi cara berpikirnya.

Dalam penelitian terbaru bersama timnya, Prof. Evan F. Risko dari Departemen Psikologi University of Waterloo menanyai 100 partisipan sederetan pertanyaan terkait pengetahuan umum -- misalnya seperti apa nama ibukota Prancis. Mereka lalu diminta memberi isyarat apakah mereka tahu jawabannya.

Di separuh bagian studi tersebut, partisipan diberi akses internet. Kalau mereka menjawab tidak tahu, mereka diminta untuk mencari jawabannya di internet. Sedangkan pada sisa uji coba itu, peserta tak diperbolehkan mencari jawaban di internet.


Melalui percobaan tersebut, tim peneliti mengetahui bahwa orang yang memiliki akses internet mempunyai kecenderungan 5% lebih tinggi untuk menjawab 'tidak tahu'. Selain itu, dalam konteks tertentu, partisipan yang punya akses internet melaporkan adanya perasaan seolah mereka tahu lebih sedikit dibanding mereka yang tak punya akses.

"Dengan tersedianya jaringan internet di mana-mana, kita hampir selalu terhubung secara konstan ke informasi yang berlimpah jumlahnya. Dan kalau informasi tersebut bisa dijangkau, orang menjadi lebih enggan untuk mengandalkan pengetahuannya sendiri," kata Profesor Risko seperti dikutip dari Science Daily, Rabu (9/12/2015).

Para peneliti berspekulasi kalau akses internet kemungkinan membuat jadi lebih sulit diterima saat seseorang bilang tahu akan sesuatu, namun ternyata yang dia tahu itu salah. Ada juga kemungkinan kalau partisipan lebih memilih mengatakan tidak tahu, karena pencarian online memberi kesempatan untuk mengkonfirmasi jawaban atau menjawab rasa ingin tahu mereka, dan proses mencari tahu itu juga bermanfaat.

"Hasil penelitian kami menunjukkan kalau akses internet mempengaruhi keputusan yang kita buat mengenai apa yang kita tahu dan tidak tahu," sebut Risko. "Kami berharap kalau penelitian ini bisa berkontribusi pada pemahaman kita, tentang bagaimana akes ke informasi yang berjumlah sangat besar dapat mempengaruhi pemikiran dan perilaku kita."

Setelah penelitian tersebut, Profesor Risko berencana untuk melanjutkan analisanya dengan menginvestigasi apa saja faktor yang memicu berkurangnya kemauan suatu individu untuk menjawab kalau mereka bisa mengakses internet.

Misteri Temuan Makam Suleiman dari Kesultanan Ottoman di Hungaria

Misteri Temuan Makam Suleiman dari Kesultanan Ottoman di Hungaria


Arkeolog menemukan sisa makam Suleiman I atau juga dikenal dengan nama Suleiman The Magneficent, dari Kesultanan Ottoman yang meninggal pada 1566 saat ia dan prajuritnya sedang berperang di Szigetvar selatan Hungaria. Hal itu dikemukakan oleh ahli sejarah, Nobert Pap dari University of Pecs.

Menurut Pecs, makam itu dibangun tak jauh dari tenda Suleiman saat ia memimpin peperangan lalu jatuh sakit dan mangkat. Penemuan itu terjadi saat tim arkeologi sedang menggali kemungkinan situs bersejarah, mereka menemukan makam dan bukti-bukti peninggalan Sultan yang dikenal dengan nama Kanuni itu.

"Kami memiliki data yang merujuk ke titik yang sama," kata Pap dalam presentasi temuan terbaru pada Rabu 9 Desember, 2015, seperti dikutip dari The Guardian.

Sampai kematiannya pada usia 71 tahun, Suleiman adalah sultan terlama Kesultanan Ottoman. Di bawah kekuasaannya, Turki sangat mendominasi kekuasaannya hingga ke di Balkan, Timur Tengah dan Afrika Utara selama 46 tahun pemerintahannya.


Apa yang diyakini makam sultan terletak di bekas pemukiman Ottoman dari Turbek, yang hancur di 1680-an. Penemuan pemukiman itu diumumkan oleh Pap pada tahun 2013.

Sejarawan percaya jantung Suleiman dan organ-organ dikuburkan dalam makam dan tubuhnya dibawa kembali ke Konstantinopel atau sekarang dikenal dengan Istanbul.

Kematiannya di Szigetvar dirahasiakan selama 48 hari, untuk mencegah pasukannya menyerah.

Szigetvar dipertahankan oleh penduduk setempat yang dipimpin oleh bangsawan Kroasia-Hungaria Miklos Zrinyi. Pengepungan di kota itu terlalu banyak makan korban dari pihak Turki. Akibatnya, mereka tidak berhasil memasuki Wina kendati telah bertempur puluhan tahun lamanya.

Pap mengatakan beberapa struktur lainnya di dekat makam, masih di bawah tanah, yang kemungkinan itu adalah musholla dan sebuah biara darwis. Dia mengatakan pekerjaan penggalian di situs tersebut akan dimulai kembali pada bulan April 2016.

Suleiman adalah Sultan kerajaan Turki Utsmaniyah atau Kerajaan Ottoman yang ke-10.

Pria kelahiran 6 November 1494 itu berkuasa sejak 30 September 1520 hingga tahun 1566. Total, ia memerintah Turki Utsmaniyah atau Kesultan Ottoman selama 46 tahun.

Suleiman tenar karena pencapaiannya dalam penyusunan sistem undang-undang Utsmaniyah. Ia juga besar karena mampu menaklukkan banyak wilayah di Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada abad ke-16, Suleiman adalah salah satu tokoh penting di Eropa. Di bawah kepemimpinannya, Turki Utsmaniyah atau menguasai wilayah-wilayah penting di dunia, seperti Laut Tengah, Laut Merah dan Teluk Persia.

Di bawah kepemimpinannya pula, Utsmaniyah melancarkan reformasi di tingkat legislatif yang berhubungan dengan masyarakat, pendidikan, perpajakan dan juga hukum kriminal.

Suleiman adalah seorang pelindung budaya yang sangat besar. Di bawah kendalinya, Utsmaniyah mengalami masa puncak kejayaan di bidang seni, sastra dan arsitektur.

Ia sendiri sangat pandai di bidang syair dan pintar membuat emas. Suleiman juga pintar di bidang bahasa, ia mahir bahasa Turki Utsmaniyah, Arab, Serbia, Chagatai dan Persia.

Tingkah Lucu Anak Anjing Hasil Bayi Tabung Pertama di Dunia

Tingkah Lucu Anak Anjing Hasil Bayi Tabung Pertama di Dunia


Tim dokter hewan, ilmuwan, dan pekerja lab berkumpul mengelilingi seekor anjing yang menjadi induk semang, dan menyaksikannya melahirkan tujuh ekor anak anjing seberat 220 gram, anjing-anjing pertama yang lahir melalui proses bayi tabung.

"Kami mengangkat setiap anak anjing dan membersihkannya dengan handuk kecil. Ketika mereka menggeliat dan menangis, kita tahu bahwa kita sukses," ungkap Dr. Alexander Travis, yang mendirikan laboratorium di Baker Institute for Animal Health, College of Veterinary Medicine Cornell University, Ithaca, New York.

"Mata mereka terpejam. Mereka sungguh menggemaskan. Kami memeriksa dan memastikan mereka semua terlihat normal dan bernafas," ucap Dr Travis dikutip Mashable, Kamis (10/12/2015)

Anak-anak anjing lucu itu lahir pada 10 Juli merupakan campuran anjing beagle, labrador, dan cocker spaniel. Kini mereka anak-anak anjing 5 bulan yang sehat dan sungguh menggemaskan, dengan telinga terkulai. Mereka juga senang bermain seperti anak-anak anjing pada umumnya.


Semua anjing, kecuali satu ekor betina sudah diadopsi. Si anjing betina dipelihara di laboratorium untuk dipelihahara agar memiliki anak anjingnya sendiri.

Laboratorium membedakan setiap anjing satu sama lain dengan cara mewarnai kuku mereka dengan warna-warna berbeda. Travis mengadopsi dua ekor, yang masih dikenali dengan warna kukunya, si Merah dan si Hijau.

Proses vitro fertilization, yang sebutan lainnya bayi tabung, merupakan proses pembuahan sel telur dengan sperma di luar tubuh.. Proses ini umum digunakan pada pasangan yang kesulitan memiliki anak, walau ada kasus wanita lajang yang melakukannya.

Pada 25 Juli 1978, lahir manusia pertama yang berasal melalui bayi tabung di Oldham General Hospital, Greater Manchester, UK, seorang bayi perempuan bernama Louise Brown.

Pada tahun yang sama, seorang bayi di India lahir dengan proses serupa hasil eksperimen sendiri, oleh seorang ilmuwan bernama Subash Mukhopadyay. Sayangnya, hasil percobaan yang dilakukan Subash Mukhopadyay itu tidak diakui, karena kurangnya bukti riset di baliknya, menurut Telegraph India.

Pengaplikasian proses bayi tabung pada hewan pun terus gagal, hingga sekarang, menurut Dr. Pierre Comizzoli, ahli fisika reproduktif di Smithsonian Conservation Biology Institute Royal Front, yang bekerja dengan Cornell.

"Biologi anjing sangat berbeda dengan manusia," ungkap Comizzoli. Kehamilan anjing hanya berlangsung dua bulan, dan anjing betina ada di masa ovulasi hanya satu atau dua kali setahun, menghasilkan telur yang belum matang, sedangkan bayi tabung membutuhkan telur matang.

Eksperimen awal di Cornell membantu merintis jalannya percobaan. Pada tahun 2013 di Cornall, seekor anak anjing bernama Klondike menjadi anjing pertama yang lahir dari embrio beku. Ibu Klondike yang merupakan anjing Beagle menjalani proses penyuburan menggunakan inseminasi buatan. Embrio-nya dikumpulkan, dibekukan, dan ditanamkan di induk semang Klondike.

Comizzoli mendeskripsikan kelahiran tujuh anak anjing itu sebagai 'terobosan besar'.

Sebuah tulisan ilmiah mendeskripsikan para anak-anak anjing Cornell sebagai "kelahiran anjing pertama yang berhasil dari embrio bayi tabung", ditebitkan di jurnal PLOS ONE.

Penyusun utama, Doktor Jennifer Nagashima dari Smithsonian Conservation Biology Institute mengatakan bahwa teknologi bayi tabung pada anjing bisa berguna dalam banyak hal, dari melestarikan spesies langka hingga menghapuskan 'sifat merusak dari hasil perkembangbiakkan'.

Saksikan aksi menggemaskan anak-anak anjing bayi tabung!

Ngeri, Pelayan Cantik Makan Kalajengking Hidup

Ngeri, Pelayan Cantik Makan Kalajengking Hidup


Adegan mengerikan ini mungkin cocok jika ditampilkan dalam acara TV yang memperlihatkan orang melakukan aksi-aksi nekat. Namun, pelakunya adalah seorang wanita muda yang cantik.

Video mengerikan yang diambil di China ini memperlihatkan seorang pelayan wanita yang menerima tepuk tangan riuh, berkat aksi mengerikan makan kalajengking dalam keadaan hidup.

Dipercaya ia melakukan tantangan yang membuat bergidik ini demi mengajak pengunjung restoran menikmati 'sajian lezat' tersebut.

Video direkam oleh pengunjung sebuah restoran Beijing pada bulan November, dan diunggah Daily Mail, Kamis 10 November 2015.

Pada awal video, pelayan terlihat mengambil dengan sumpit kalajengking kecil yang merayap pada hiasan hidangan tersebut berbentuk seperti menara kecil dengan belasan hewan beruas itu menjalar.


Ia kemudian menunjukkan kalajengking yang masih bergerak itu ke kamera, menunjukkan bahwa hewan mematikan itu masih hidup.

Pertama ia mempermainkan kamera yang merekamnya dengan berpura-pura akan langsung melahapnya, namun ia menariknya kembali. Kemudian, dengan sumpitnya ia mengapit kalajengking hingga tak bisa bergerak, sebelum benar-benar memasukkannya ke mulut dan mengunyahnya. Ia pun terlihat menikmatinya.

Kalajengking hidup merupakan jenis kudapan di restoran-restoran China. Namun belum diketahui, jenis-jenis kalajengking apa yang bisa dimakan.

Saksikan video pelayan makan kalajengking hidup yang bikin bergidik!

Blog Archive

Powered by Blogger.