Inilah Alasan Kenapa Jangan Makan Larut Malam
Stop Gunakan Minyak Goreng Berulang Kali, Ini nih Bahayanya....!!
Wanita China Teruskan Main Internet Usai Melahirkan Bayi di Toilet
Sudah banyak kisah diangkat soal kecanduan internet di antara rakyat China, tetapi apa yang terjadi di provinsi Jiangxi ini menunjukkan tingkat kecanduan internet di China sudah mencapai tahap amat parah.
Seorang perempuan yang sedang hamil tua tengah asyik berselancar di dunia maya di sebuah kafe internet di Nanchang, provinsi Jiangxi, China. Setelah beberapa lama, perempuan itu pergi ke kamar mandi dan ternyata dia melahirkan bayinya di sana.
Setelah melahirkan bayinya, perempuan itu kembali ke mejanya dan melanjutkan kegiatannya mengarungi dunia maya, seolah tak terjadi apa-apa terhadap dirinya.
Para pegawai kafe internet itu kemudian terkejut saat mendengar tangisan bayi dari arah kamar kecil. Mereka pun bergegas menuju ke kamar kecil perempuan dan menemukan genangan darah di bawah pintu.
Salah seorang pegawai kafe internet mengatakan, mereka khawatir terjadi sesuatu yang menimpa seorang anak kecil di kamar kecil. Namun, di tempat itu para pegawai kafe tak menemukan sesosok bayi.
Ternyata, di salah satu meja, mereka melihat seorang perempuan duduk memandangi komputer sambil membawa seorang bayi yang baru lahir dengan tali pusar yang masih menempel.
Melihat hal tersebut, para pegawai kafe internet segera memanggil tim medis, tetapi perempuan yang baru melahirkan itu sama sekali tak terllihat panik. Dia tetap duduk di tempatnya untuk melanjutkan kegiatannya di dunia maya.
Saat tim medis tiba di kafe internet itu, perempuan tersebut menolak naik ke atas tandu dan memilih berjalan dan masuk sendiri ke dalam ambulans.
Menurut situs berita Southcn.com, perempuan berusia 24 tahun itu berasal dari Shandong dan berencana bertemu kekasihnya di Jiangsu dan akan melahirkan di kota itu.
Namun, ternyata bayi itu lebih cepat lahir dari jadwal yang diperkirakan. Sejauh ini belum jelas mengapa perempuan itu begitu serius merambah dunia maya, bahkan setelah dia melahirkan bayinya di toilet.
(sumber)
Ternyata Ratusan Kutu Menj*jikkan Hidup di Kulit Wajah
Lihat Perubahan Wajah Drastis Si Kembar Dari Korea Ini
Kebutuhan kaum wanita untuk kecantikan saat ini memang semakin mudah untuk didapatkan dengan banyaknya produk-produk kecantikan mutakhir, serta teknologi perawatan yang semakin canggih. Tidak jarang juga, banyak kaum wanita yang menempuh jalan untuk melakukan bedah atau operasi plastik pada wajah dan tubuhnya, seperti yang sering dilakukan oleh para wanita di Thailand dan Korea Selatan. Menanggapi fenomena ini, salah satu program reality show asal Korea Selatan yang berjudul Let’s Beauty menampilkan transformasi mengejutkan yang dilakukan oleh sepasang saudara kembar.
Di Korea Selatan, operasi bedah plastik memang dianggap lazim sebagai salah satu produk kecantikan bagi warganya, tidak hanya kaum wanita, namun juga kaum pria. Termasuk sepasang saudara kembar ini yang merasa kurang percaya diri akibat penampilan fisiknya. Setelah menempuh berbagai tahap bedah plastik, inilah tahap-tahap perubahan wajah si kembar yang diliput oleh program Let’s Beauty. Perubahan mereka angat menakjubkan dan membuat para penonton terkejut!!!
Inilah wajah si kembar sebelum mereka menjalani operasi bedah plastik
Dokter ahli bedah yang menangani si kembar, Lee-Jinsu mencoba untuk mempelajari struktur wajah dari si kembar
Rekonstruksi wajah sebelum dan sesudah operasi bedah, memang sangat menunjukkan perbedaan yang signifikan
Inilah perbedaan menyeluruh dari wajah si kembar sebelum dan sesudah melakukan bedah plastik
Ekspresi para penonton di acara Let’s Beauty yang terkejut melihat transformasi wajah si kembar
Si kembar yang berfoto bersama dokter bedah mereka, dokter Lee-Jinsu
Semoga saja, dengan ‘wajah baru’ mereka ini, si kembar dapat memiliki kepercayaan diri yang lebih besar dari sebelumnya
(sumber)
Ini Yang Dikeluhkan Didi Petet Sebelum Meninggal Dunia
Ini Cara Menjaga Mis V Agar Tetap Muda dan Kencang
Tak sedikit wanita yang rela membayar mahal untuk mendapatkan perawatan wajah maksimal.
Alasannya tak lain demi mendapatkan wajah yang sehat, kencang, berseri, dan jauh dari berbagai efek penuaan lainnya.
Namun, bagaimana dengan kondisi "miss V" (vagina)? Apakah perawatan maksimal juga dilakukan untuk vagina?
Tahukah Anda bahwa seiring bertambahnya usia, bukan hanya kulit wajah yang akan mengalami penuaan, kondisi vagina pun akan mengalami penuaan.
Para ahli menemukan kecenderungan penuaan di area vagina seperti halnya di wajah.
Menurut Karen Boyle, MD, pakar kesehatan seksual, sering kali dokter ahli kandungan tidak mengungkapkan secara eksplisit soal kondisi penuaan di vagina.
Sering kali, saat mengetahui keadaan sesungguhnya, banyak wanita terkejut mendapati vagina dan vulva mereka telah berubah seiring waktu.
"Bahkan, proses penuaan di area vagina sudah dimulai sejak wanita memasuki usia 20-an. Biasanya sudah akan terjadi pengurangan lapisan lemak di labia bagian luar, kemudian diikuti juga dengan perbuahan di dalam vagina. Ketika menjelang masa menopause, garis-garis di 'miss V' akan menipis, tekanan darah naik, dan otot di pelvis akan melemah," ungkap Boyle.
Karena itulah, tren peremajaan vagina atau yang kerap disebut vaginal rejuvenation mulai marak dilakukan banyak wanta.
Tak heran, jika angka wanita yang melakukan peremajaan vagina semakin meningkat setiap tahunnya.
Sebenarnya, ada beberapa cara mudah dan sehat untuk menjaga vagina tetap kencang dan awet muda. Berikut ketujuh cara yang bisa Anda lakukan.
Hindari pola "diet yoyo"
Sama seperti namanya, melakukan "diet yoyo" akan membuat berat badan naik turun seperti yoyo. Perubahan berat badan yang naik turun akan menyebabkan area vagina mengendur.
Terpenting adalah menjalankan pola diet sehat secara konsisten dan menjaga berat badan yang sehat. Jika tubuh terlalu kurus, bagian vagina akan lebih cepat menua karena lapisan lemak sangat tipis.
Rajin senam kegel
Tak bisa dipungkiri, senam kegel adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga vagina tetap sehat dan kencang.
Lakukan senam kegel dengan benar, yaitu dengan mengontraksi otot dasar di bagian pelvis selama lima detik, kemudian melepaskannya dan rileks. Ulangi sebanyak 100 kali, lakukan setiap tiga kali dalam sehari.
Ganti kursi di kantor
Menghabiskan waktu berjam-jam duduk di bangku kerja setiap hari tidaklah baik untuk kondisi vagina. Jika memungkinkan, sediakan bola pilates di kantor.
Kemudian, dalam sehari, minimal 15 menit, Anda mengganti kursi dengan bola pilates untuk duduk dan melatih otot pelvis untuk aktif, seperti kegel.
Aktif secara seksual
Hubungan intim sangat diperlukan oleh vagina untuk mendapatkan stimulasi dan meningkatkan aliran darah menuju area "miss V".
Setelah itu, otot-otot di sekitarnya pasti akan berubah. Aliran darah sangat penting untuk lubrikasi dan orgasme yang maksimal.
Sayangnya, hal ini kerap hilang seiring pertambahan usia.
Ssttt, sperma dari pasangan akan memberikan efek anti-aging yang dahsyat bagi tubuh dan wajah Anda.
Hindari bersepeda jarak jauh
Hati-hati, gesekan dan gerakan yang konstan dalam waktu lama di area pangkal paha bisa menarik dan membuat "miss V" menjadi elastis dan longgar. Sebaiknya, pilihlah jenis olahraga lain.
Pilih sabun yang ringan
Setiap hari memang area vagina perlu dibersihkan. Namun, pilih jenis sabun yang tidak mengandung banyak unsur kimia.
Selain itu, jangan menggosok labia vagina terlalu kencang dan berulang-ulang untuk menghindari iritasi karena lapisan labia sangatlah tipis.
Pilih posisi di atas
Posisi saat berhubungan intim juga bisa menentukan apakah vagina Anda akan cepat tua atau tidak. Lebih baik pilih posisi di atas.
Pasalnya, dengan posisi di atas, Anda akan memegang kendali dan akan lebih mudah untuk mengontraksi otot vagina saat berada di atas pria ketika berhubugan intim.
Inilah Kalimat Terakhir Didi Petet ke Sahabat
Inilah Kisah di Balik Foto yang Selamatkan Nyawa Balita 2 Tahun
Sebelum Meninggal Dunia, Aktor Senior Didi Petet Sempat Dirawat di Rumah Sakit Italia
Ini dia Bahaya Makan Gorengan....yang Belum Tau Masuk....!!
DOKTER INI TIDAK TAHAN PERIKSA KEPERAWANAN RATUSAN WANITA CALON TNI
Para perempuan Indonesia yang ikut tes masuk militer diduga harus mengikuti tes 'dua jari' untuk mengetahui mereka masih perawan atau tidak.Hal ini diungkap oleh Human Rights Watch (HRW) setelah mendengarkan pengakuan dari seorang perempuan dokter yang terlibat dalam tes itu.
Menurut HRW, dokter itu mengatakan para peserta tes diminta telentang dan mengangkang seperti posisi perempuan hendak melahirkan. Lalu, kata dokter itu, dua jari dimasukkan ke vagina untuk mengetahui apakan selaput dara mereka masih utuh atau tidak. Hal yang sama dilakukan pada anus.
"Pada 2008, saya melakukan sendiri hal itu. Para perempuan muda itu sepenuhnya tidak ingin berada dalam posisi seperti itu, yang sangat terbuka," kata si dokter.
"Butuh upaya (keras) untuk membuat mereka mau (menjalani tes keperawanan itu. Itu bukan cuma penghinaan, tetapi juga penyiksaan. Akhirnya saya putuskan untuk tidak melakukannya lagi," kata dokter itu lagi. HRW mengklaim telah melakukan penelitian yang mengungkap bahwa tiga matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara telah melakukan uji keperawanan seperti yang dimaksud.
Bahkan tes itu juga diberlakukan kepada semua tunangan para perwiranya.
Daily Mail juga mengutip keterangan Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya yang mengakui TNI menjalankan tes semacam itu, bahkan lebih jauh ketimbang yang diberlakukan pada rekrutmen Polri.
"Itu diberlakukan untuk mendapatkan orang-orang terbaik, dari sisi fisik dan mental," kata Fuad Basya kepada Fair Fax.
Seorang taruna akademi militer terpaksa menjalani tes keperawanan itu pada 2013 di Bandung. "Yang membuat saya terkejut adalah dokter yang menangani itu laki-laki," katanya.
"Perasaan saya campur aduk. Saya merasa terhina. Suasananya sangat menekan. Saya harap tes keperawanan itu tidak lagi digunakan di masa depan. Itu melanggar hak asasi perempuan," katanya.
Mayjen Fuad membantah tes itu diberlakukan juga untuk para tunangan perwira. Namun, HRW mendapatkan pengakuan seorang istri perwira diperlakukan seperti itu.
"Suami saya perwira angkatan laut. Kami menikah pada 2008. Jelang menikah, saya ikut tes, termasuk tes keperawanan itu," kata istri perwira AL itu.
Perempuan itu mengatakan, banyak calon istri perwira yang lolos dari pemeriksaan itu karena orang tua mereka perwira tinggi, minimal perwira menengah berpangkat kolonel. "Sedangkan suami saya tidak berasal dari keluarga militer," keluhnya. Pada November 2014, HRW juga menerbitkan laporan tentang tes keperawanan pada proses rekrutmen Polri. Lalu, laporan itu mendorong sejumlah perempuan di lingkungan militer angkat suara.
"Saya ikut tes itu. Sekarang saya kenal banyak istri perwira militer. Ketika cerita tentang polwan muncul, kami mulai bertukar cerita, termasuk soal suap rumah sakit agar lolos dari pemeriksaan itu," ungkapnya.
(sumber)
Suku Pedalaman yang Primitif Belum Tersentuh Modern Sama Sekali
Banyak sekali terdapat suku pedalaman yang primitif entah mereka memang belum mengetahui bahwa keluarganya manusia modern telah bisa mencapai bulan atau tidak mereka tidak peduli. Bagi suku-suku di hutan amazon yang mengisolasi diri dari dunia luar ini, memandang orang luar yang membawa pesawat dan peralatan untuk merekam mereka, akan membuat mereka marah, karena mereka pernah di bantai dengan kejam dari pesawat yang melempari mereka dengan dinamit.

Tak mengherankan jika mereka terkejut dan marah serta mengarahkan senjata mereka untuk mengusir pesawat. Mereka tidak tahu yang berada di pesawat adalah para ilmuwan, bukan perambah hutan ataupun penambang. Jika itu yang terjadi, maka kisah tragislah yang akan terjadi.
Apakah ini suku yang 'hilang' atau baru 'ditemukan' ?
Bukan, itu sensasi kosong. Hari ini sangat tidak mungkin ada suku yang keberadaannya sama sekali tidak diketahui oleh orang lain. Suku terasing dalam foto ini telah dimonitor oleh pemerintah Brazil selama 20 tahun, dan tinggal di daerah yang kemudian dijadikan reservasi untuk melindungi suku-suku terasing (uncontacted) macam mereka.
Apa yang dimaksud dengan 'terasing'?
Masyarakat yang tidak memiliki kontak damai dengan siapa pun dalam masyarakat mainstream atau dominan. Ada sekitar 150 suku terasing di dunia.

Siapa suku terasing pada foto-foto ini?
Banyak suku di daerah ini mengalami kekejaman 'boom karet' seratus tahun yang lalu, ketika karet liar menjadi komoditas penting internasional. Banyak tewas atau meninggal karena penyakit. Namun beberapa berhasil melarikan diri lebih dalam ke hutan. Orang-orang Indian terasing yang hidup di sini hari ini kemungkinan adalah keturunan dari orang orang yang selamat dari tragedi bom karet.
Mengapa mereka mencat tubuh mereka?
Suku Amerika Selatan banyak menggunakan cat tubuh sebagai dekorasi dan untuk alasan lain. Cat Merah (dikenal sebagai urucum) terbuat dari biji semak annatto. Masyarakat adat menggunakannya untuk hal-hal seperti warna tempat tidur gantung dan keranjang, serta kulit mereka. (zat ini ini juga digunakan sebagai pewarna oleh industri makanan.) Banyak suku-suku Amazon membuat pewarna hitam dari tanaman genipapo. Beberapa juga menggunakan arang. Hitam dapat digunakan untuk sinyal permusuhan. Seperti suku-suku lain di kawasan itu, para pria telah mencukur dahi mereka dan memiliki rambut panjang.
Bagaimana mereka bisa didokumentasikan jika mereka terasing?
Ototiras Brazil telah memantau kelompok Indian terasing selama bertahun-tahun dari udara. yang digunakan untuk mengumpulkan bukti invasi dari tanah mereka. Indian tentu mendengar suara pesawat sebelum pesawat terlihat. Mereka mengenal pesawat, karena banyak pesawat yang lewat di atas mereka selama bertahun-tahun, dari jet komersial sampai pesawat ringan milik misionaris, prospectors dan otoritas pemerintah seperti FUNAI.
Bagaimana orang-orang hidup?
Apa yang mereka makan? Makanan apa yang terlihat di keranjang?
Mereka mungkin hidup dalam cara yang mirip dengan banyak Indian Amazon lainnya. Mereka telah menanam kebun sayur besar untuk buah dan sayuran, dan ubi kayu, jagung, ubi jalar, labu, kacang tanah, pepaya, serta pisang, semua dapat diidentifikasi. Mereka juga menanam kapas yang dipintal dan ditenun untuk rok. Para pria memiliki pita pinggang kapas dan beberapa memiliki gaun kepala kecil. Para pria membawa busur dan anak panah untuk berburu - mungkin tapir, babi hutan, rusa dan kera. Tidak ada kano yang terlihat (banyak suku Amazon tidak menggunakannya), tapi mereka mungkin menangkap ikan juga.

Keranjang yang dibuat untuk menyimpan sayuran dan ikan. (Di sebelah kiri foto ada setumpuk ubi kayu atau kentang manis, keranjang dengan tutup tergeletak di tanah penuh dengan pepaya.. Di pintu masuk ke rumah dua keranjang, satu menunjukkan tali tas. Keranjang sebelah kanan menunjukkan umbi yang dikupas - mungkin ubi kayu lain ditutupi dengan daun pisang untuk melindungi makanan di dalam)
Bagaimana kesehatan dan kesejahteraan mereka?
Tampaknya sangat baik. Dalam foto-foto diatas orang Indian terlihat kuat dan sehat serta kebun mereka penuh dengan produk.

Mengapa foto dan rekaman video ini dirilis?
Berbagai pejabat pemerintah di Peru dan Brazil menolak keberadaan suku terasing dan menuduh organisasi masyarakat adat dan pecinta lingkungan mengada-ada tentang keberadaan mereka. Foto-foto ini memberikan bukti jelas dan meyakinkan bahwa suku-suku terasing memang ada. Banyak orang menyadari pentingnya menggunakan foto dan rekaman untuk membujuk pemerintah untuk melindungi tanah masyarakat suku terasing ' dan menegakkan hak-hak mereka.
Apa tujuan berikutnya yang ingin dicapai?
Kelangsungan hidup suku suku terasing ini, dengan meluncurkan kampanye mendesak dan menyerukan kepada pemerintah Peru untuk mengusir semua penebang liar yang beroperasi di tanah Indian terasing di Peru.

Banyak dari suku yang saat ini terasing, sebenarnya adalah yang selamat (atau keturunan dari yang selamat) dari kekejaman masa lalu. Tindakan - pembantaian, wabah penyakit, kekejaman yang mengerikan - yang terukir ke dalam memori kolektif mereka, dan bagi mereka sekarang kontak dengan dunia luar harus dihindari semaksimal mungkin. Sebagian besar orang Indian yang terisolasi Amazonia Barat, misalnya, adalah keturunan yang selamat dari bom-bom karet yang melanda wilayah ini pada akhir abad 19, memusnahkan 90% dari penduduk Indian dalam gelombang perbudakan dan kebrutalan yang mengerikan.

Lainnya adalah korban pembunuhan yang lebih baru. Orang-orang Amazon yang dikenal sebagai 'Cinta Larga' 'sabuk lebar' mengalami serangan ganas dan mengerikan di tangan penyadap karet Brasil antara tahun 1920-an dan 1960-an. Satu insiden yang terkenal, 'pembantaian paralel ke-11' di tahun 1963, terjadi di hulu sungai Aripuanã dimana perusahaan dari Arruda, Junqueira & Co sedang mengumpulkan karet.
Kepala perusahaan, Antonio Mascarenhas Junqueira, merencanakan pembantaian, karena menganggap indian Cinta Larga menghalangi kegiatan komersialnya. Dalam pidatonya kepada anak buahnya, dia berkata: "Mereka adalah parasit yang memalukan. Sekarang waktunya untuk membereskannya, sekarang waktunya untuk membasmi hama. Mari kita likuidasi para gelandangan ini. "
Dia menyewa sebuah pesawat kecil, kemudian menjatuhkan batang-batang dinamit ke desa Cinta Larga dari pesawat. Setelah itu beberapa anak buahnya yang berjalan kaki untuk menghabisi orang orang yang masih mereka temukan - seorang bayi yang sedang disusui ibunya, mereka tembak dua-duanya dikepala dan kemudian menggantung kepala-kepala yg sudah mereka potong. Hakim di pengadilan salah satu terdakwa mengatakan, 'Kami tidak pernah mendengar kasus di mana ada begitu banyak kekerasan, begitu banyak aib, egoisme dan kebiadaban serta tidak adanya penghargaan terhadap nyawa manusia.'
Pada tahun 1975 salah satu pelaku, Jose Duarte de Prado, dijatuhi hukuman penjara 10 tahun, namun setahun kemudian mendapat ampunan. Dia menyatakan selama persidangan, 'Membunuh Indian adalah tindakan yang baik. Mereka pemalas dan pengkhianat'

Pembukaan hutan juga telah menghancurkan hampir seluruh tanah suku Akuntsu di Peru. Suku ini dianggap menghambat 'kemajuan', karena tanah mereka berada pada rencana pembukaan hutan untuk eksplorasi minyak. Nasib suku ini kemudian berakhir cukup tragis.
Tidak ada yang dapat berbicara bahasa mereka, sehingga rincian tepat dari apa yang terjadi pada mereka tidak pernah diketahui. Tetapi ketika agen dari departemen urusan Indian, Brasil FUNAI menghubungi mereka pada tahun 1995, mereka menemukan bahwa pembuka-pembuka hutanlah yang telah mengambil alih tanah suku akuntsu dan 'telah membantai hampir semua anggota suku, serta membuldoser rumah rumah mereka untuk mencoba untuk menutupi pembantaian.

Hanya beranggotakan lima orang inilah suku Akuntsu sekarang. Hanya lima Akuntsu bertahan hidup. Salah seorang pria, Pupak, masih memiliki peluru bekas tembakan di punggungnya, dan juga mimes yang selamat dari orang-orang bersenjata yang mengejarnya dengan menunggang kuda. Ia dan sekelompok kecil yang selamat kini tinggal sendirian di sebuah fragmen hutan.
Yang lebih mencengangkan adalah suku-suku yang telah lama terisolir dari dunia luar ini tidak memiliki kekebalan tubuh seperti mereka yang datang dari dunia luar. Beberapa suku terasing di amazon menghadapi kepunahan hanya karena penyakit seperti influenza, malaria dan gangguan pernafasan yang dibawa oleh pendatang dari dunia luar, seperti misionaris dan pekerja-pekerja tambang/kebun. Hal tersebut telah terjadi pada suku Zo’é dan Murunahua di Peru.

Memang kontak dengan suku suku terasing ini dapat berakibat sangat fatal, baik bagi mereka maupun bagi orang luar. Ada beberapa ilmuwan yang mencoba meneliti dan beberapa misionaris juga tewas terbunuh. Oleh karena itu harapan/ atau keinginan suku suku indian ini untuk tetap 'sendiri' di alam mereka haruslah di hormati.
Di Indonesia, selain di papua, juga banyak kita jumpai keserakahan atas nama pembangunan, menggusur suku-suku yang memilih untuk menolak budaya lain selain budaya mereka sendiri. salah satunya adalah suku anak dalam atau suku kubu.

Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.
Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duabelas. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.
Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.
Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan. Mayoritas suku kubu menganut kepercayaan animisme.
(sumber)
DUH, DUA JARI DIMASUKKAN SAAT TES KEPERAWANAN Seleksi Masuk TNI...
Pengakuan mengejutkan datang dari perempuan mantan peserta tes masuk TNI tentang sejumlah tes medis, di antaranya tes keperawanan yang disebut tes dua jari, karena memasukkkan dua jari ke bagian intim dan anus peserta perempuan.
Pengakuan soal tes keperawanan itu pun datang dari perwira militer wanita, seorang dokter wanita yang bertugas di rumah sakit militer di Jakarta, lalu tunangan perwira militer yang akan menikah. Hal itu diungkap dalam laporan Human Rights Watch, sebuah organisasi nirlaba yang fokus masalah hak asasi manusia.
Human Rights Watch pun mendesak Presiden Joko Widodo untuk menghapuskan diskriminasi dan tes invasif terhadap perempuan yang hendak masuk TNI.
Seorang dokter wanita di sebuah rumah sakit militer di Jakarta mengatakan kepada Human Rights Watch, perempuan diposisikan seperti mereka hendak melahirkan selama tes. Jari dimasukkan ke dalam vagina dan anus mereka untuk menilai apakah selaput dara mereka masih utuh, hal yang dinilai sebagai praktik tidak ilmiah.
'Pada tahun 2008, saya diberi tugas untuk mengetes sendiri. Wanita-wanita muda ini yang benar-benar tidak mau diposisikan dalam posisi dibuka atau mengangkang seperti itu. Butuh upaya untuk membuat mereka rela [menjalani tes keperawanan]. Itu tidak [hanya] tindakan memalukan lagi. Ini adalah penyiksaan. Saya memutuskan untuk tidak melakukannya lagi, "kata dokter itu.
Penelitian The Human Rights Watch menemukan semua matra militer - angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut - menggunakan tes itu selama puluhan tahun dan juga memperpanjang persyaratan untuk para tunangan perwira militer. Pemeriksaan vagina diberikan pada awal proses perekrutan sebagai bagian dari pemeriksaan fisik pelamar.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Basya, saat dikonfirmasi Human Rights Watch, mengatakan bahwa 'tes keperawanan' sudah dilakukan pada saat merekrut anggota militer jauh lebih lama dari pada calon polisi wanita Indonesia. 'Hal ini dilakukan untuk mendapatkan orang-orang terbaik baik secara fisik dan mental,".
Seorang perempuan peserta tes masuk akademi militer yang mengikuti 'tes keperawanan' pada 2013 di Bandung, mengatakan: "Yang mengejutkan saya adalah ternyata dokter yang melakukan tes adalah seorang pria. Perasaan saya campur baur. Saya merasa terhina. Itu sangat tegang. Ini semua campur aduk. Saya berharap pemeriksaan medis di masa depan tidak termasuk "tes keperawanan." Ini bertentangan dengan hak-hak setiap wanita, "keluhnya.
Kepada Fairfax Media Mayjen Fuad membantah soal tes keperawanan terhadap tunangan personel militer. Namun seorang istri perwira militer mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa dia juga menjadi sasaran 'tes keperawanan' pada tahun 2008 sebelum mereka menikah.
'Suami saya adalah seorang perwira angkatan laut. Kami menikah pada tahun 2008. [Sebelum pernikahan kami] saya mengambil pemeriksaan medis yang termasuk apa yang disebut tes keperawanan. Tunangan perwira biasanya bisa lolos tes memalukan itu [karena] sebagian besar ayah mereka adalah laksamana dan jenderal, kalau bukan kolonel. Tapi suami saya tidak datang dari keluarga militer, "katanya.
Tahun lalu, pada 18 November 2014, Human Rights Watch mengeluarkan laporan tentang 'tes keperawanan' untuk calon anggota Polisi Wanita di Indonesia. Cerita itu menginspirasi wanita- wanita di kalangan militer untuk berbicara tentang pengalaman mereka sendiri.
"Aku ikut tes. Sekarang aku tahu banyak istri militer. Ketika cerita polisi wanita itu muncul, kita mulai berbagi cerita tentang suap yang dibayar untuk lulus tes di rumah sakit militer, "kata istri perwira angkatan laut.
"Kadang-kadang para perwira muda harus bayar uang agar tunangan mereka dinyatakan memiliki selaput dara utuh. Tapi ada juga dokter simpatik yang meminta perempuan muda apakah tunangan mereka akan menikah mereka jika selaput dara mereka dinyatakan robek. [Dalam kasus tersebut] dokter biasanya menulis "selaput dara utuh", "dia mengaku.
Istri anggota militer lainnya menjalani 'tes keperawanan' pada tahun 1991 di Surabaya. 'Tunangan saya kemudian bekerja sebagai dokter gigi di pangkalan angkatan laut di Surabaya. Ketika kami akan menikah, ia meminta izin dari komandannya. Surat izin itu menyatakan saya harus mengikuti beberapa tes medis. Saya menjalani tes di Surabaya, tetapi juga di Jakarta. Keduanya berada di rumah sakit angkatan laut. [Tes] berkisar dari tes psikologis untuk pemeriksaan medis, " jelasnya.
"Alasannya adalah ekonomi: militer ingin pasangan yang sehat. Ini juga termasuk "test dua jari." Saya pikir saya masih perawan, jadi saya tidak keberatan. Saya lulus tes dan kami menikah. Itu sebenarnya memalukan, tapi siapa saya ini yang berani menentangnya? Orang militer sering bepergian jauh dari rumah. Harus mereka percaya istri-istri mereka," tambahnya.
Dalam surat yang dikirim kepada Ketua Komite Internasional untuk Kesehatan Militer Mayjen Muhammad Al Malik, Direktur Human Rights Watch Divisi Asia Brad Adams menyerukan 'penghentian semua "tes keperawanan," termasuk saat perekrutan anggota militer perempuan dan para tunangan perwira militer.
Pernyataan Human Rights Watch untuk tindakan terhadap dokter militer internasional muncul menjelang International Committee of Military Medicine's di Bali pada 17-22 Mei.
(sumber)
Aneh Tapi Nyata....Lagi Hamil Ibu ini Malah Ngidam Makan Batu
Maksud Hati ingin Memancungkan Hidung, Eh Hidung Pria ini Malah Hilang
Pasien pria yang diketahui bernama Vishal Thakkar ini mengisahkan setelah bercerai dengan istrinya pada tahun 2006, ia memutuskan untuk 'melakukan sesuatu yang egois' dengan mengoperasi hidungnya. Saat itu Thakkar tinggal di Tulsa, Oklahoma dan mendatangi salah satu dokter bedah plastik terkemuka di kota tersebut yaitu Dr. Angelo Cuzalina.
Menurut pria yang berasal dari New York ini, setelah menjalani operasi pertama, ia menderita gangguan pernafasan ringan yang kerap muncul ketika ia tidur atau berolahraga. Kemudian Thakkar kembali menemui Dr. Cuzalina dan diminta melakukan operasi hingga delapan kali dalam setahun untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang ia peroleh dari prosedur sebelumnya.
Sebelum melakukan operasi-operasi perbaikan yang berlangsung selama kurang lebih enam tahun itu, Thakkar mengklaim sempat meminta secara spesifik kepada salah satu staf Dr. Cuzalina bahwa ia tak ingin mereka mengambil tulang rawan dari kedua telinganya yang dibutuhkan tim bedah untuk memperbaiki hidungnya.
Tapi ketika terbangun beberapa jam kemudian, Thakkar merasakan nyeri luar biasa di belakang telinganya. Dan benar saja, tim bedah ternyata telah mengambil tulang rawan dari telinga Thakkar untuk keperluan operasi. Fox 23 melaporkan bahwa kemudian Dr. Cuzalina mengirimkan email berisi permintaan maaf kepada Thakkar.
Kesalahan ini terulang kembali ketika Thakkar mengetahui bahwa tim bedah Dr. Cuzalina juga sempat menggunakan tulang rawan yang ada di atas tulang rusuk Thakkar untuk keperluan operasi karena mereka 'kehabisan' tulang rawan dari telinganya.
Masalah pun tak berhenti sampai disitu saja. "Ia (Dr. Cuzalina) mengatakan terjadi infeksi di hidung saya tapi karena saya berada di atas meja operasi dan tak sadarkan diri, tentunya ia yang harus membuat keputusan," kisah Thakkar kepada Fox 23.
Tapi tanpa dinyana ketika terbangun dari operasi yang dilakukan pada tahun 2011 itu, Thakkar kaget bukan kepalang karena ia malah kehilangan seluruh hidungnya. Hidungnya terlihat menjadi rata.
Tak terima, pengacara Thakkar pun melayangkan tuntutan kepada Dr. Cuzalina. Thakkar menduga dokter ini secara diam-diam merekam perbincangan mereka di kliniknya, padahal hal ini melanggar privasi pasien.
Apalagi rekaman itulah yang kemudian digunakan sebagai justifikasi atau pembenaran terhadap surat yang dilayangkan Dr. Cuzalina kepada Thakkar. Di situ Dr. Cuzalina menekankan tak mau mengoperasi Thakkar lagi karena 'Thakkar terus memberikan ancaman dan mengganggu staf-stafnya, tempat praktiknya, bahkan mengganggu dirinya sendiri secara personal'.
Karena dituntut oleh Thakkar, sang dokter bedah pun dikatakan memberi Thakkar resep obat-obatan yang berbahaya. Padahal sebelumnya dokter bedah yang juga presiden American Board of Cosmetic Surgery ini memiliki track record yang baik dan tak pernah mendapat komplain dari pasien-pasiennya selama beroperasi di Oklahoma.
Secara rinci, tuntutan itu menyebutkan bahwa Thakkar 'diberi resep obat-obatan dengan jumlah yang berlebihan dan sanggup membunuh pasien jika dikonsumsi, diantaranya Loratab, Ambien, Valilum, dan Oxycodone.'
"Saya tak ingin hidup seperti ini. Ini lebih buruk daripada mati,".
Hingga kini Dr. Cuzalina belum dapat dimintai keterangan dan tim pengacaranya menolak permintaan wawancara untuk stasiun TV Fox 23. Mereka mengaku tak dapat berbicara tentang riwayat medis Thakkar karena baik Thakkar dan Dr. Cuzalina telah terikat dalam perjanjian yang bersifat rahasia antara dokter dengan pasiennya.
(vta/vta)
(sumber)
Ini dia Alasan Mengerikan di Balik Makanan Cepat Saji Tak Sehat
Luar Biasa, Ibu Ini Gendong Anak ke Sekolah Selama Hidupnya
Umur 16 Tahun Tapi Wajah 60 Tahun, Perempuan ini Jalani Operasi Perintis
Zara Hartshorn, gadis 16 tahun yang berasal dari Rotherham, Yorkshire Selatan, terlahir dengan Lipodistrofi, kondisi genetik langka yang membuat tulangnya meluruh dan menghancurkan jaringan lemak di permukaan kulit, sehingga menyebabkan penuaan dini.
Tumbuh dengan Lipodistrofi telah membuat hidup Zara benar-benar berat. Selama bertahun-tahun ia selalu menjadi bahan ejekan, bahkan mengalami kekerasan fisik karena penampilannya. Di sekolah ia selalu dipanggil dengan sebutan 'wajah kendur', 'monyet' atau 'nenek'.
Zara tak sendiri. Dalam satu keluarga, ibunya Tracey (42) dan kakaknya Jolene (24) juga menderita penyakit yang sama. Setelah penderitaannya dimuat di publik, ia dihubungi oleh ahli lipodistrofi, Dr Abimanyu Garg, dari Texas, AS, yang memintanya untuk melakukan beberapa tes.
Berbeda dengan diagnosis sebelumnya, Dr Garg mengatakan kondisi Zara sebenarnya adalah Cutis laxa, penyakit yang lebih jarang dari Lipodistrofi dan hanya mempengaruhi 30 orang di Inggris. Kondisi ini tidak hanya membuat wajah dan tubuh penderitanya tampak lebih tua, tetapi juga dapat memperpendek harapan hidup, melemahkan sendi dan menimbulkan masalah paru-paru dan jantung.
Meski merupakan kabar buruk, Zara kemudian ditawarkan untuk melakukan facelift dan augmentasi hidung gratis oleh ahli bedah top, Dr Robert Ersek. Hasilnya telah terbukti sukses dan Zara merasa mampu memulai hubungan dengan seorang pria, bahkan tertarik untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.
Ini adalah perubahan luar biasa bagi Zara, remaja yang dulu kerap menangis karena ditolak bus sekolah lantaran tak bisa membuktikan diri bahwa ia memenuhi syarat untuk tiket anak. Di usia 12 tahun, wajah Zara bahkan sudah tampak seperti wanita paruh baya, dan dianggap ibu dari kakaknya yang kala itu baru berusia 17 tahun. Tapi sekarang berkat kebaikan seorang ahli bedah di AS, Zara merasa tak terbedakan dari teman-temannya.
"Sebelum saya menjalani operasi, saya selalu tampak berbeda. Sekarang saya terlihat sama seperti gadis-gadis lain seusiaku. Saya tidak lagi merasa ada orang lain yang menatap ketika saya berjalan-jalan. Saya akhirnya merasa seperti remaja," ujar Zara Hartshorn, seperti dilansir Daily Mail.
Dengan 'wajah baru', Zara kini resmi menjalin hubungan kasih dengan seorang pelukis dan dekarator, Ricky Andrews (22).
"Saya punya pacar di masa lalu, tetapi saya tidak berpikir dia menerima kondisi saya. Tetapi dengan Ricky itu tidak pernah menjadi masalah. Dia telah melihat foto-foto saya dulu dan mengatakan bahwa saya selalu cantik, meskipun saya tidak memiliki kepercayaan diri untuk percaya dia sebelumnya," imbuhnya.
(sumber)
Pemuda Tampan Ini Bunuh Diri karena Wajahnya Buruk
(sumber)












