Inilah Penyesalan Terbesar Gerrard Selama Berkostum Liverpool

Steven Gerrard menyimpan sebuah penyesalan yang cukup sebelum meninggalkan klub yang membesarkannya selama ini, Liverpool. Yakni, sang kapten belum pernah mencicipi gelar Premier League bersama The Reds.



Gerrard telah menghabiskan 17 tahun di Liverpool, dalam waktu tersebut sudah banyak trofi yang berhasil digondolnya. Tercatat, dia sudah mempersembahkan 10 gelar untuk Si Merah, di antaranya Piala FA (2), Piala Liga (3), Community Shield (1), Liga Champions (1), Liga Europa (1), dan Piala Super Eropa (2).

Sayang, jejeran trofi tersebut terasa belum lengkap tanpa adanya gelar juara Premier League. Peluang Liverpool untuk bisa meraihnya selalu kandas di tengah jalan, bahkan di musim ini mereka malah berjuang untuk bisa finis di posisi empat besar saja.

Sudah tidak ada waktu bagi Gerrard untuk meraihnya kembali, sebab ini adalah musim terakhir baginya berkostum Liverpool. Maka dari itu, Gerrard merasa catatan kariernya terasa kurang lengkap dalam meninggalkan tim yang diasuh oleh Brendan Rodgers tersebut.

"Saya melihat kembali dengan kebanggaan. Saya benar-benar bangga bisa mencapai banyak hal di sini. Sejumlah piala sudah saya menangkan. Ini menjadi kenangan indah bagi saya. Tapi, saya belum pernah memenangkan Premier League," kata Gerrard, dilansir Soccerway.

"Kami pun masih gagal meraih gelar itu sampai sekarang. Tentunya, ini merupakan sebuah penyesalan saya ketika saya akan pergi," sambungnya.

Meski begitu, gelandang berusia 34 tahun ini tetap bangga bisa bermain untuk tim sebesar Liverpool. Gerrard merasa apa yang didapatkannya melebihi dari apa yang diimpikannya sejak masuk tim senior The Reds pada 1998 silam.

"Tumbuh sebagai pria dan bermimpi untuk bermain bersama Liverpool. Bisa duduk di sini sekarang dengan dengan mengoleksi 708 penampilan. Saya sudah mencapai banyak sekali lebih dari apa yang saya pikirkan dari awal," ujarnya.

Gerrard sendiri sudah memutuskan untuk meneruskan karier sepakbolanya di Major League Soccer, dengan bergabung Los Angeles Galaxy. Laga kontra Crystal Palace di pekan ke-37 Premier League akan menjadi permainan terakhirnya di Anfield.

Mourinho Kirim SMS Mengejutkan kepada Eks Bintang Chelsea ini

Eks bintang Chelsea Andre Schurrle mendapat sms mengejutkan dari Manajer Jose Mourinho. Ia diundang untuk menghadiri pesta juara The Blues dan mendapatkan medali.



Schurrle meninggalkan Chelsea pada Januari lalu dan bergabung dengan Wolfsburg. Ia pun mengaku kaget ketika menerima sms dari mantan manajernya. 

"Aku tidak tahu bahwa aku akan menerima medali. Mourinho mengirimkan sebuah pesan kepadaku. Dia mengatakan bahwa aku mendapatkan medali dan memintaku datang pada pertandingan terakhir. Ini sangat bagus untukku," kata Schurrle. 

Schurrle akan hadir pada laga terakhir Liga Primer antara Chelsea vs Sunderland, Minggu (24/5/2015). Schurrle berhak mendapatkan medali juara karena ia tampil membela The Blues pada 14 laga Liga Primer musim ini.

Menurut aturan, hanya pemain yang minimal 10 kali tampil membela timnya di liga, berhak mendapatkan medali juara. Schurrle pun memenuhi persyaratan tersebut. 

"Aku sangat bahagia terhadap Chelsea, begitu juga bagiku karena mendapatkan medali. Mereka bekerja sangat baik dan bermain sangat bagus pada putaran kedua,"  puji Schurrle.

Pemain Muda Jepang ini Bikin Chelsea 'Patah Hati'

Nama besar Chelsea tidak membuat pemain muda Jepang Yoshinori Muto tergiur pindah ke Stamford Bridge. Dengan percaya diri, Muto menolak pinangan dari The Blues.



Pemain 22 tahun itu dalam dua bulan terakhir santer dikabarkan akan pindah ke Chelsea setelah klub milik Roman Abramovich itu mendapat sponsor asal Jepang Yokohama Rubber. Perusahaan ban ini meminta Chelsea merekrut talenta berbakat Jepang.

Chelsea kabarnya sudah menyepakati nilai transfer Muto dengan FC Tokyo sejak bulan lalu. Namun menurut laporan Goal, Muto tidak jadi pindah ke Stamford Bridge.

Muto telah menolak tawaran kontrak lima tahun dari Chelsea. Dia lebih memilih mencoba peruntungan di Bundesliga bersama Mainz 05. Muto konon selangkah lagi gabung dengan Mainz yang bakal membayar tiga juta euro kepada FC Tokyo.

Sebenarnya Muto tersanjung dengan ketertarikan Chelsea, namun dia menolak kesempatan memakai seragam The Blues karena tidak yakin bakal sering bermain.

Muto juga cemas dengan beratnya persyaratan untuk bisa main di Liga Premier Inggris. Dia khawatir akan terganjal izin kerja sehingga Chelsea akan meminjamkannya klub lain di luar Inggris.

Pelatih baru tim nasional Jepang  Vahid Halilhodzic juga menyarankan Muto untuk pindah ke klub Eropa yang bisa memberikan jaminan bermain reguler.

"Saya tidak tahu apa jenis tawaran yang Chelsea buat. Tapi jika Anda ingin memperbaiki diri sebagai pesepakbola, Anda seharusnya menemukan sebuah klub Eropa dimana Anda bisa benar-benar bermain," tutur Halilhodzic.

Parade Foto Juventus Singkirkan Real Madrid: Buffon-Wasit Bak Ciuman, Marcelo Tutupi Wajah

Juventus berhasil melangkah ke final setelah menahan imbang Real Madrid, 1-1, pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu atau Kamis (14/5/2015) dini hari WIB. Hasil tersebut cukup bagi Juventus memupus asa Real Madrid untuk mempertahankan gelar Liga Champions yang diraihnya pada musim lalu. Juventus unggul agregat 3-2 atas Real Madrid.
Pada laga tersebut, Real Madrid sempat unggul melalui gol penalti Cristiano Ronaldo pada menit ke-23. Namun, Juventus mampu menyamakan skor lewat gol Alvaro Morata pada menit ke-57. Laga berakhir imbang 1-1 hingga 90 menit pertandingan.
Juventus pun melangkah ke final dan akan menantang Barcelona di Olympiastadion, Berlin, 6 Juni 2015. Ini menjadi final pertama Juventus pada ajang Liga Champions dalam 12 tahun terakhir.

Para pemain Juventus melancarkan protes kepada wasit asal Swedia, Jonas Eriksson (kuning), yang memberikan penalti untuk Real Madrid pada laga di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (13/5/2015). 
 

AFP PHOTO / DANI POZO
Buffon dan wasit tampak seolah berciuman saatpara pemain Juventus melancarkan protes kepada wasit asal Swedia, Jonas Eriksson (kuning), yang memberikan penalti untuk Real Madrid pada laga di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.



AFP PHOTO / DANI POZO
Bek Real Madrid, Marcelo, meratapi kesedihan setelah gagal membawa timnya ke final Liga Champions 2014-15.

AFP PHOTO / CURTO DE LA TORRE
Para suporter Juventus bentrok dengan pihak keamanan di jalanan kota Madrid sebelum laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Real Madrid melawan Juventus, Rabu (13/5/2015).



Striker Juventus, Alvaro Morata (kanan), mencetak gol ke gawang mantan klubnya, Real Madrid, pada laga leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (13/5/2015).

Getty Images
LESU - Ekspresi gelandang serang Real Madrid, James Rodriguez saat timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Juventus di leg kedua Semifinal Liga Champions Eropa di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5/2015). Hasil ini tak cukup untuk membawa Cristiano Ronaldo dkk. melaju ke final. Dengan hasil seri di kandang sendiri, Madrid kalah agregat 2-3 dari Juventus. Ambisi mereka untuk mempertahankan gelar juara di kompetisi elite Eropa telah sirna.


(sumber)

Kiper Chelsea ini Merapat ke Turki

Kiper Chelsea, Petr Cech, tengah berbenah untuk mencari klub baru setelah sepanjang musim ini hanya bisa menghangatkan bangku cadangan. Saat ini, kiper internasional Rep. Ceska itu tengah membuka kesepakatan dengan klub Turki, Besiktas.



Seperti diketahui, posisi Cech mulai tersingkirkan di bawah mistar The Blues dengan kedatangan Thibaut Courtois. Keadaan tersebut memaksa kiper 32 tahun itu untuk mencari pelabuhan barunya.

Arsenal. Liverpool, dan Paris Saint-Germain adalah deretan klub yang telah mengantre mendapatkan tanda tangan Cech. Namun Besiktas muncul sebagai pole position untuk meminangnya.

"Saya telah melakukan kontak dengan Besiktas, kami berada dalam pembicaraan untuk membawa Cech ke Turki,” ucap Viktor Kolar kepada Fanatik, Rabu (13/5/2015).

"Turki adalah pilihan untuk Cech, tapi kami akan memutuskan saat liga berakhir, tepatnya pada jendela transfer musim panas dibuka,” tegasnya.

Salah satu yang menghambat Cech untuk meninggalkan Stamford Bridge adalah Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu berungkali berharap untuk bisa mempertahankan Cech di Chelsea.

(fir)

Unik...Ban Mobil Ini Cocok untuk Penggemar Manchester United

Apollo Tyres, produsen ban asal India, mengumumkan kerjasama dengan klub sepakbola Manchester United untuk program beasiswa bagi pemain muda di India. Sabagai tanda dimulainya kerjasama tersebut, Apollo dan Manchester United meluncurkan ban edisi khusus. Demikian seperti dilansir dari Motorbeam, Rabu (13/5/2015).



Datang dengan nama Alnac 4G, di bagian dinding samping ban terdapat logo kedua merek tersebut. Ban ini hanya tersedia dalam satu ukuran yakni 15 inci. Meski didaulat sebagai edisi khusus dan diproduksi terbatas, konsumen selain di India, seperti Inggris dan Thailand, bisa memperolehnya.

Ban edisi spesial ini tidak hanya mendapat logo khusus tapi juga mengalami pembaruan seperti pada tapak ban untuk meningkatkan traksi. Apollo memnyasar konsumen yang mengemati klub sepakbola asli Inggris. Bicara soal harga, pihaknya belum menginformasikan.

(ton)

Wah, Walikota Malang Akan Datangkan Timnas Kroasia

Informasi mengejutkan di masa Liga sepakbola yang tidak menentu terlontar dari Walikota Malang, M Anton.



Orang nomor satu di Kota Malang itu menyebut bakal memboyong tim sepakbola negara Kroasia ke Malang.

Informasi yang disampaikan setelah Walikota pulang dari lawatan ke sejumlah negara di Eropa itu bisa jadi informasi menyenangkan bagi pecinta bola Kota Malang.

Jika benar ada kesebelasan dari Eropa ke Malang tentunya bisa jadi pelepas dahaga Aremania yang belum bisa menonton pertandingan Arema. Tapi di sisi lain informasi itu tentu saja masih diragukan.
Di depan awak media Abah Anton menyatakan jika dirinya bisa mendatangkan Tim Kroasia ke Malang.

"Akan ada kunjungan di Kota Malang. Mereka (Kroasia) siap membawa kesebelasan mereka ke Malang. Tidak perlu mengeluarkan biaya. Boleh dikarciskan. Tinggal tunggu suratnya, kalau Arema siap tinggal atur waktunya," kata Abah Anton, Selasa (12/5/2015).

Aksi Pencuri ini Terekam dalam Siaran Langsung Sepakbola

Tindak kriminal bisa terjadi kapan dan di mana saja. Termasuk saat siaran langsung pertandingan sepakbola.



Contoh kasusnya pada akhir pekan lalu. Aksi pencurian terjadi tepat ketika sebuah stasiun televisi menyiarkan konferensi pers selepas duel Independiente kontra Boca Juniors.

Dilaporkan Mirror, seorang jurnalis televisi sedang melakukan reportase saat ada pria tiba-tiba mendekati meja yang ada di belakangnya. Awalnya, pria yang diyakini merupakan pendukung tim tuan rumah bersikap biasa dan tak memperlihatkan ada tanda-tanda mencurigakan. Dia hanya wari wiri sambil meneguk minuman botol.

Tapi, beberapa detik berselang pria itu memperlihatkan 'bel*ngnya'. Dengan sigap dia menyambar komputer tablet dari atas meja yang sengaja disiapkan panitia pertandingan. Tanpa ragu sama sekali, dia pun memasukkan barang curian tersebut ke jaket untuk selanjutnya mengambil langkah seribu.

Yang kocak, si pencuri sama sekali tak sadar kalau aksinya itu terekam kamera televisi yang tengah melakukan siaran langsung. Sedangkan sang pewarta juga tak tahu bahwa di belakangnya telah terjadi tindakan kriminal. (one)

Ini dia Penampakan Kostum Penjaga Gawang MU Musim Depan

Kehadiran sponsor kostum baru bakal membuat sejumlah perubahan dalam desain kostum Manchester United musim depan. Adidas menyiapkan kostum supercerah buat kiper "Setan Merah".


MU dan Adidas mencapai kesepakatan kontrak baru untuk menggeser logo Nike dari kostum salah satu klub dengan suporter terbesar di dunia tersebut. Angka kontrak yang disetujui pun diketahui sangat fantastis.

Kini, fans pun bertanya-tanya bagaimana kostum teranyar MU dengan sponsor gres di musim 2015-16 mendatang. Rumor soal kostum-kostum baru pun sudah membanjiri dunia maya.

Dan sekarang yang muncul terbaru adalah kostum penjaga gawang MU musim depan. Menurut FootyHeadlines.com, kostum David De Gea musim depan akan dominan warna kuning dan hanya dipadu oleh warna hitam (tiga garis khas Adidas dan juga logo klub).

"Mungkin MU coba membutakan penyerang lawan dengan pilihan warna ini," sindir 101greatgoals soal desain baru tersebut.

MU sudah hampir pasti kembali lolos ke Liga Champions musim depan, hanya butuh satu poin saja untuk lolos dari kejaran Liverpool. Pasukan Old Trafford masih akan menjalani dua laga pamungkas melawan Arsenal (kandang) dan Hull City (tandang). (one)




Kalah di Kandang Bayern, Barca Tetap Lolos ke Final

Kalah di Kandang Bayern, Barca Tetap Lolos ke Final
Barcelona melaju ke babak final Liga Champions musim ini.

Blaugrana berhak mendapatkan tempat di partai puncak meski kalah 2-3 dari Bayern Munich di leg kedua semifinal.

Pada pertandingan di Allianz Arena, Rabu (13/5/2015) dinihari WIB, Bayern unggul lebih dulu melalui gol cepat Medhi Benatia.

Akan tetapi, Barca tak butuh waktu lama untuk mencetak gol balasan lewat kaki Neymar.

Neymar kemudian kembali menggetarkan gawang Bayern untuk membawa Barca berbalik unggul 2-1.

Skor ini bertahan hingga selesainya babak pertama.

Pada babak kedua, Bayern yang sudah tertinggal jauh secara agregat tak menyerah begitu saja.

Kerja keras mereka membuahkan dua gol lewat Robert Lewandowski dan Thomas Mueller.

Tim tuan rumah pun keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Tapi, kemenangan di Allianz Arena tak cukup untuk meloloskan Bayern ke final.

Barca, yang menang 3-0 di leg pertama, tetap lolos dengan skor agregat 5-3.


(sumber)

[WOW] Harga Tiket Laga Terakhir Gerrard di Anfield Rp41 Juta

Sosok Steven Gerrard jadi legenda bagi suporter Liverpool. Tak aneh jika orang berebut untuk mendapatkan satu lembar tiket laga terakhir sang kapten di Anfield.


Menurut berita yang dilansir dari Daily Mail, saat ini pasar gelap atau calo telah menjual satu lembar tiket mencapai harga £2.000 (setara dengan Rp 41 juta) bagi yang ingin menonton laga Gerrard untuk terakhir kalinya gunakan kostum The Reds.

Dalam salah satu lelang online, angka salah satu penawaran untuk satu tiket laga yang sudah sold-out melawan Crystal Palace itu mencapai £1.985,53 (Rp40.800.000).

Padahal, pertandingan tersebut menurut Premier League masuk kategori C yang artinya harga tiket yang dijual oleh Liverpool hanya berkisar £37 (Rp760 ribu) sampai maksimal £49 (Rp1 juta) saja.

Gerrard memang telah memutuskan untuk hijrah dari Liverpool di akhir musim nanti. Stveie G telah memilih terbang ke Amerika Serikat untuk memperkuat Los Angeles Galaxy. (one)





Demi Perawatan Rambutnya Neymar Rogoh Puluhan Juta Per Bulan

Neymar selalu ingin tampil beda saat berada di atas lapangan. Paling tidak ia sudah tampil dengan lebih dari sepuluh gaya rambut saat beraksi di lapangan hijau.



Ketika masih bermain untuk Santos, Neymar sudah kerap gonta-ganti gaya rambut. Mulai dari gaya rambut cepak, mohawk, sampai gaya rambut ala Bob Marley. Kesenangannya yang bergaya dengan berbagai model rambut itu masih terus dilakukannya ketika bergabung dengan Barcelona.

Pekan lalu Neymar sekali lagi tampil dengan rambut model baru pada laga Barcelona melawan Bayern Muenchen pada laga semifinal Liga Champions di Camp Nou.

Rambut baru Neymar ini seolah memberi keberuntungan untuknya. Ia kemudian mencetak gol yang memperbesar kemenangan Barca 3-0 atas Muenchen.

Ia juga mencetak gol pembuka pada kemenangan Barca 2-0 atas Real Sociedad akhir pekan lalu. Kemenangan ini semakin mendekatkan Barca menjadi juara La Liga musim ini.

Lalu berapa uang yang harus dikeluarnya Neymar untuk rambutnya itu? Bintang Brasil berusia 22 tahun ini harus meroboh 2.000 euro atau hampir Rp 30 juta per bulan untuk perawatan rambutnya itu.
"Ketika Neymar baru datang ke Barcelona, kondisi rambutnya sangat buruk. Dia telah melakukan banyak perubahan, baik model rambut dan juga warnanya. Ini membuat rambutnya menjadi rusak," ungkap tukang cukur, Wagner Tenorio.

Tenorio bukan tukang cukur biasa. Ia menjadi tukang cukur khusus untuk Neymar dan haru selalu siap bila sewaktu-waktu mendapat panggilan untuk mengurusi rambut sang bintang muda itu.

"Dia akan mengirim supr untuk menjemput saya dan membawa ke rumahnya. Sangat sulit untuk menghitung biayanya, tapi paling tidak 2.000 euro per bulan," lanjut Tenorio.

Belum Kerja, Tim Transisi PSSI Sudah Ditinggal Anggota Yang Undur Diri


Belum juga menggelar rapat perdana, Tim Transisi PSSI bentukan Kemenpora untuk menyelesaikan permasalahan sepak bola Indonesia sudah harus kehilangan salah satu anggotanya.

Dilansir CNN Indonesia, mantan staf khusus Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono, Velix Wanggai, dipastikan mundur dari posisinya sebagai anggota Tim Transisi yang dibentuk Kemenpora. Alasan kesibukan membuat Velix memutuskan mundur.

"Pasti akan kami cari penggantinya," ujar juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, melalui pesan singkat kepada CNN Indonesia, Sabtu (9/5).

Ketika ditanya perihal kriteria pengganti Velix akan berasal dari unsur ketokohan yang sama, Gatot menjawab, "Kita lihat nanti."

Selain Velix, Tim Transisi Kemenpora juga berpeluang kehilangan anggota lainnya. Mantan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, juga dikabarkan akan mundur dari Tim Transisi.

Darmin menganggap masih banyak orang lain yang lebih tepat ketimbang dirinya untuk menjadi anggota Tim Transisi.

"Saya pikir, masih banyak pihak lain yang lebih efektif berada di dalamnya daripada saya," kata Darmin saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (9/5) pagi. "Ini beda sekali dunianya dengan yang biasa saya geluti."

Mengenai Darmin, Gatot mengaku hingga kini belum bisa memastikan posisi mantan Dirjen Pajak periode 2006-2009 itu di Tim Transisi.

"Saya belum dapat informasi dari rekan kami yang mengontak beliau," ucap Gatot.

Selain itu, desakan agar mengundurkan diri menimpa Ridwan Kamil. Walikota Bandung itu didesak warganya untuk lebih fokus menata Bandung dibanding terlibat pusaran konflik PSSI.

"Lebih baik kang RK fokus ke permasalahan Bandung, masih byk yg butuh kang emil... Tim transisi mah, GA masuk janji kampanye. Serahkan pada ahli olahraga aja kang," ujar akun ULTRAS BANDUNG FOKUS @pandawa1945 di twitter. (Baca: Warga Bandung Tolak RK Masuk Tim Transisi PSSI, Kang Emil Banjir Mensen)

Selebrasi Paling Heboh ala Manajer

Masih ingat kehebohan manajer Paolo Di Canio saat pasukan Sunderland berhasil menundukkan Newcastle 3-0 baru-baru ini? Luapan kegembiraan, kepuasan, emosi dan kegilaan bercampur-aduk menjadi satu, sampai-sampai ia berhasil mencuri perhatian lebih dibandingkan selebrasi pemain yang berhasil menyarangkan bola ke gawang itu sendiri. Namun ternyata itu bukanlah satu-satunya aksi selebrasi yang paling gila dari seorang manajer di dunia sepakbola.
Berikut ini selebrasi ala manajer yang terheboh lainnya.
Spoilerfor 1. Alex Ferguson:

MANCHESTER UNITED 2-1 Sheffield Wednesday, Liga Premier (10 April 1993)

Si Opa Alex Ferguson pun bisa melompat kegirangan seperti anak kecil tatkala Manchester United menang 2-1 atas Sheffield Wednesday pada 1993 silam.



Spoilerfor 2. Jose Mourinho:

Manchester United 1-1 PORTO, Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Champions (9 Maret 2004)

Mou berlari kegirangan sambil mengembangkan lengannya untuk ikut memeluk anak-anak asuhnya di bawah bendera Porto.




Spoilerfor 3. Diego Maradona:

ARGENTINA 2-1 Peru, Babak Kualifikasi World Cup 2010 (10 Oktober 2009)

Melihat selebrasi legenda sepakbola yang satu ini, maka sedikit terlintas aksi pinguin yang berseluncur di es beku saat hendak menceburkan diri ke laut. Jika Paolo Di Canio dan Jose Mourinho menggunakan lututnya untuk berseluncur, tak tanggung-tanggung Diego Maradona menggunakan perutnya untuk meluncur di atas rumput.





Spoilerfor 4. Graeme Souness:

Fenerbahce 1-1 GALATASARAY, Final Piala Turki (24 April 1996)

Selebrasi gol manajer yang satu ini memang menimbulkan sedikit kontroversi. Ia berlari ke tengah lapangan untuk menancapkan bendera timnya.




Spoilerfor 5. David Pleat:

Manchester City 0-1 LUTON, Divisi satu (14 Mei 1983)

Manajer Luton Town, David Pleat berjingkrak-jingkrak dan berlari ke lapangan sebelum berhenti untuk mencium salah satu pemainnya atas kesuksesan timnya mengalahkan Manchester City.




Spoilerfor 6. Jose Mourinho lagi gan:

REAL MADRID 3-2 Manchester City, Penyisihan Grup Liga Champions (18 September 2012)

Kesuksesan Cristiano Ronaldo melengkapi kemenangan Real Madrid 3-2 atas Manchester City di babak penyisihan grup Liga Champions, membuat sang manajer sangat kegirangan. The Special One pun langsung berseluncur dengan lututnya sambil mengepalkan kedua tangannya.




Spoilerfor 7. Bobby Robson:

INGGRIS 1-0 Belgia, Babak 16 Besar Piala Dunia 1990 (26 Juni 1990)

Sir Bobby Robson berselebrasi dengan melompat-lompat kecil saat timnas asuhannya berhasil melumpuhkan Belgia 1-0 di babak 16 besar Piala Dunia 1990.

Spoilerfor Videonya:


Spoilerfor 8. Slaven Bilic:

Inggris 2-3 KROASIA, Babak Kualifikasi Euro 2008 (21 November 2007)

Saat masih menahkodai timnas Kroasia, Slaven Bilic berlari kegirangan kesana-kemari sebelum melompat ke arah staf pelatih atas hadiah gol yang diciptakan anak asuhnya.




Spoilerfor 9. Alan Pardew:

NEWCASTLE 1-0 Fulham, Liga Premier (7 April 2013)

Manajer Newcastle United, Alan Pardew melompat ke dalam kerumunan suporter saat merayakan selebrasi gol. Beruntung ia tak kehilangan uang di sakunya.




Spoilerfor 10. Paulo Di Canio:

Northampton 1-2 SWINDON, Liga Dua (31 Desember 2011)

Saat masih melatih Swindon, Paolo Di Canio berlari terbirit-birit ke lapangan untuk merayakan gol dengan para pemainnya setelah Alan  McCormack berhasil menjebol gawang lawan.




(sumber)

Mourinho Beri Guardiola 'Resep' Jitu untuk Lumpuhkan Messi

Pep Guardiola begitu menyanjung mantan anak asuhnya di Barcelona, Lionel Messi. Menurut pelatih Bayern Munich tersebut La Pulga adalah pemain yang sulit dihentikan.



Keyakinan Guardiola pun bertambah setelah pada tengah pekan kemarin Messi mengobrak-abrik pertahanan The Bavarian pada leg pertama semifinal Liga Champions. Penyerang Argentina tersebut mencetak 2 dari 3 gol timnya.

Berbeda dengan Guardiola, manajer Chelsea, Jose Mourinho malah menyatakan bahwa Messi tetap bisa dihentikan. The Special One pun mengaku tahu cara sudah pernah membuktikannya.

Diakui Mourinho, menghentikan Messi memang sebuah hal yang hampir mustahil dilakukan. "Saya selalu punya rencana saat menghadapi Messi. Ketika akan bertanding saya harus mempelajarinya selama berjam-jam. Ada kalanya sukses, ada juga yang tidak," kata Mourinho.

"Bersama Inter Milan pada 2010, kami dua kali menghentikan Messi di semifinal Liga Champions," sambungnya dikutip Daily Mail.

Lalu Mourinho membeberkan taktik terbaik buat menghentikan. Menurutnya para pelatih harus menerapkan man to man marking.

"Cara terbaik adalah melakukan man to man. Itu jauh lebih baik ketimbang melibatkan banyak orang. Memang kadang cara tersebut berhasil, kadang gagal. Mungkin saya harus bilang kita tidak menghentikan, tapi memberinya pertandingan sulit," beber Mourinho.

Kata La Nyalla: Saya yang Membiayai Timnas Bukan Menpora

Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, tidak mempermasalahkan jika kepengurusannya tidak diakui oleh pemerintah. Bagi La Nyalla, hal yang terpenting adalah dia masih bisa mengabdi untuk sepak bola.



“Tidak apa, yang penting saya masih bisa mengabdi untuk sepak bola,” ujar La Nyalla.

Dalam surat keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, pemerintah membekukan PSSI. Segala aktivitas dan hasil Kongres Luar Biasa PSSI dianggap tidak sah menurut hukum.

“Timnas masih di bawah saya dan saya masih membiayai timnas U-16, U-19, U-23, dan timnas wanita. Dia tidak mengakui saya tidak apa, tapi buktinya saya membiayai timnas. Menpora? Tidak ada,” kata La Nyalla.

Blog Archive

Powered by Blogger.